batampos – Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Sekupang, Kamis (16/4) siang. Bripda Natanael Simanungkalit, anggota muda Polda Kepri yang menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia, dimakamkan dengan prosesi kedinasan kepolisian.
Upacara penghormatan terakhir berlangsung khidmat. Sejumlah anggota kepolisian, keluarga besar, serta kerabat hadir mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir. Barisan personel berseragam berdiri rapi memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan institusi atas pengabdian almarhum.
Prosesi diawali dengan upacara kedinasan dalam suasana hening, yang sesekali pecah oleh isak haru para pelayat.
Di antara kerumunan, kedua orang tua almarhum, Royamser Simanungkalit dan Rosdewi Br Napitupulu, tampak duduk termenung saat jenazah anak mereka diturunkan ke liang lahat. Mata keduanya berkaca-kaca, menahan duka mendalam.
Tangisan histeris tak lagi terdengar. Kesedihan yang dirasakan keluarga seolah telah tumpah sejak kabar duka diterima pada 14 April lalu.
Sejumlah pelayat silih berganti memberikan penghiburan. Rekan sesama anggota kepolisian juga tampak memeluk orang tua almarhum, menyampaikan belasungkawa serta kata-kata penguatan.
“Yang sabar ya amang, inang,” ucap seorang pelayat di tengah suasana haru.
Sementara itu, inspektur upacara yang mewakili Kapolda Kepri, Irjen Asep Syafruddin, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Bripda Natanael.
“Bripda Natanael merupakan anggota yang disiplin, gigih, dan ulet dalam bertugas,” ujarnya. (*)
Editor : Jamil Qasim