Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kasus Serangan Jantung Usia Muda Meningkat, Dinkes Batam Soroti Gaya Hidup

Rengga Yuliandra • Jumat, 17 April 2026 | 21:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr Didi Kusmarjadi. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr Didi Kusmarjadi. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos

 batampos – Kasus serangan jantung yang terjadi pada usia muda kini menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menilai kondisi ini erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat dan gejala awal yang kerap diabaikan.

Kepala Dinkes Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa serangan jantung umumnya disebabkan penyempitan atau sumbatan pembuluh darah jantung (aterosklerosis).

“Prosesnya terjadi perlahan. Lemak, kolesterol, gula, dan zat radang menumpuk di dinding pembuluh darah, lalu bisa pecah dan membentuk bekuan yang menghentikan aliran darah ke jantung,” ujarnya, Jumat (17/4).

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kesehatan, DPRD Dorong Pemenuhan SDM RSUD Tarempa Terutama Operator Alkes

Ia menegaskan, serangan jantung bukan kondisi yang datang tiba-tiba tanpa tanda. Dalam banyak kasus, gejala awal sebenarnya sudah muncul, namun sering diabaikan.

“Keluhan seperti nyeri dada ringan, sesak saat aktivitas, mudah lelah, atau nyeri menjalar ke lengan kiri sering dianggap masuk angin atau kelelahan,” jelasnya.

Menurut Didi, sekitar 70 hingga 80 persen kasus serangan jantung berkaitan dengan pola hidup tidak sehat.

Faktor risiko yang paling sering ditemukan antara lain konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, obesitas, diabetes, hipertensi, serta kolesterol tinggi.

Ia juga menyoroti kebiasaan konsumsi gorengan yang masih tinggi di masyarakat. Minyak yang digunakan berulang kali dapat meningkatkan kadar lemak jahat (LDL) dalam tubuh.

Baca Juga: 63 Personel Terima Penghargaan, Kapolresta Barelang Minta Lebih Peka Deteksi Dini Kamtibmas

Selain itu, konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana turut memperburuk kondisi kesehatan jantung.

Kebiasaan merokok juga menjadi faktor risiko utama. Didi menyebut, perokok memiliki risiko dua hingga empat kali lebih tinggi mengalami serangan jantung.

“Merokok merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat proses penyumbatan,” tegasnya.

Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu ritme jantung.

Didi juga menyoroti meningkatnya kasus pada usia produktif. Jika sebelumnya banyak terjadi di atas usia 50 tahun, kini kasus mulai banyak ditemukan pada usia 30 hingga 40 tahun.

Kondisi ini dipicu gaya hidup sedentari, konsumsi makanan instan, stres tinggi, kurang tidur, serta kebiasaan merokok sejak usia muda.

“Stres kronis memicu peningkatan hormon kortisol yang berdampak pada tekanan darah dan kerusakan pembuluh darah,” jelasnya.

Baca Juga: Modus Gadai Mobil Rental Marak di Batam, Puluhan Korban Rugi Ratusan Juta

Kurang tidur juga menjadi faktor risiko. Tidur kurang dari 5–6 jam per hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan metabolisme, hingga obesitas.

Didi mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala awal, seperti nyeri dada, sesak napas, nyeri menjalar ke lengan atau leher, keringat dingin, hingga jantung berdebar tidak normal.

“Jangan menunggu parah. Banyak pasien datang terlambat karena mengabaikan gejala awal,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat, seperti berhenti merokok, mengurangi konsumsi gorengan, gula, dan garam, serta memperbanyak sayur dan buah.

Selain itu, aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, pemeriksaan kesehatan rutin, pengelolaan stres, dan tidur cukup juga menjadi kunci penting.

“Serangan jantung bisa dicegah. Kuncinya ada pada perubahan gaya hidup yang konsisten,” tutupnya. (*)

Editor : M Tahang
#Kasus serangan jantung #usia muda #dinkes batam