Pasar Kerja Batam Masih Ketat, Serapan Tenaga Kerja Baru 40 Persen

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Sabtu, 18 April 2026 | 11:46 WIB
Ilustrasi pencari kerja. Foto. Batam Pos
Ilustrasi pencari kerja. Foto. Batam Pos

batampos – Dinamika pasar kerja di Kota Batam pada awal tahun 2026 masih menunjukkan tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 6.163 pencari kerja, sementara yang berhasil terserap bekerja hanya 2.474 orang.

Data tersebut menggambarkan bahwa peluang kerja tetap tersedia, namun laju penyerapan tenaga kerja belum mampu mengimbangi jumlah pencari kerja yang terus masuk ke pasar.

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, menyebut kondisi ini masih sejalan dengan tren tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, jumlah pencari kerja mencapai 29.710 orang, dengan penempatan tenaga kerja sebanyak 14.832 orang.

“Polanya relatif sama. Jumlah pencari kerja masih lebih besar dibandingkan yang terserap. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri,” ujarnya.

Pada triwulan pertama 2026, tingkat serapan tenaga kerja berada di kisaran 40 persen. Angka ini menunjukkan masih adanya ruang yang dapat dioptimalkan, baik dari sisi kesiapan tenaga kerja maupun kebutuhan perusahaan.

Di sisi lain, peluang kerja di Batam dinilai tetap terbuka. Sepanjang 2025, tercatat tersedia 18.528 lowongan kerja dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, galangan kapal, elektronik, hingga jasa.

Yudi menegaskan, tantangan utama saat ini bukan semata pada jumlah lowongan, melainkan pada kualitas dan kesiapan tenaga kerja dalam memenuhi kebutuhan industri yang semakin spesifik.

“Perusahaan kini lebih selektif. Selain pendidikan formal, keterampilan dan kesiapan kerja menjadi pertimbangan utama,” jelasnya.

Batam sendiri masih menjadi salah satu daerah tujuan pencari kerja, didorong oleh pertumbuhan sektor industri dan jasa yang terus berkembang. Kondisi ini turut berkontribusi terhadap tingginya jumlah pencari kerja setiap tahunnya.

Untuk itu, Disnaker terus mendorong peningkatan kompetensi melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi, agar para pencari kerja memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah persaingan yang semakin ketat. (*)

Editor : Jamil Qasim
Pasar Kerja Batam disnaker