Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kenduri Seni Melayu 2026 Libatkan Seniman Lokal hingga Mancanegara

Rengga Yuliandra • Minggu, 19 April 2026 | 15:00 WIB
Pertunjukan tari Melayu memeriahkan malam kedua Kenduri Seni Melayu 2026, di Lapangan Sentosa Perdana (SP), Sagulung. F. Istimewa
Pertunjukan tari Melayu memeriahkan Kenduri Seni Melayu 2026, di Lapangan Sentosa Perdana (SP), Sagulung, Sabtu (18/4) malam. F. Istimewa

batampos – Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 mulai menggeliat. Ribuan warga memadati Lapangan SP Sagulung pada 18–19 April untuk menyaksikan  kolaborasi seniman lokal hingga mancanegara dalam satu panggung budaya.

Beragam pertunjukan seni budaya Melayu disuguhkan, mulai dari tari, musik, pantun, hingga atraksi live painting. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara hingga malam kedua.

Kegiatan tahun ini semakin menarik dengan keterlibatan seniman luar negeri. Salah satunya pelukis asal Amerika Serikat, Angela, yang ikut ambil bagian bersama Komunitas Seni Rupa Batam dalam sesi melukis langsung.

Baca Juga: Tari Jogi Mak Yong Hipnotis Ribuan Warga Batam di Kenduri Seni Melayu 2026

Atraksi tersebut menjadi magnet tersendiri. Pengunjung berkerumun menyaksikan para perupa menuangkan karya bertema Melayu secara spontan di lokasi acara.

Ketua Umum LAM Kepri Batam, Raja Haji Muhammad Amin, menyebut kegiatan ini sebagai pemanasan menuju puncak Kenduri Seni Melayu 2026.

“Ini baru awal. Di puncak nanti akan lebih banyak seniman, termasuk artis nasional dan internasional,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar kegiatan budaya ini terus berkembang dan menjadi agenda berskala nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengatakan konsep “Jelang Kenduri” dirancang untuk memberi ruang lebih luas bagi pelaku seni lokal.

Baca Juga: Microsoft Siapkan Surface Laptop OLED, Lompatan Besar di Lini Laptop Premium

“Tahun ini kita gelar tiga tahap di kecamatan agar sanggar-sanggar punya panggung tampil,” jelasnya.

Tahap pertama melibatkan sanggar dari Sagulung, Batuaji, Sekupang, hingga Belakangpadang. Tahap berikutnya akan digelar di Tanjunguma dan Sungai Beduk.

Seluruh penampil terbaik nantinya akan tampil di puncak KSM bersama seniman dari negara serumpun seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir, menambahkan “Jelang Kenduri” juga menjadi ajang seleksi.

“Sanggar terbaik akan kita pilih untuk tampil di panggung utama,” ujarnya.

Beragam penampilan turut memeriahkan acara, mulai dari musik Melayu, pembacaan puisi, pantun, hingga tari tradisional seperti Tari Jogi yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Kecelakaan di Tugu MTQ Karimun, Avanza Seruduk Belasan Motor, Satu Perempuan Terseret hingga Kritis

Pada malam kedua, konsep hiburan rakyat lebih ditonjolkan tanpa meninggalkan unsur budaya. Musik Melayu nostalgia hingga pertunjukan tradisi seperti Dikir Barat turut menghidupkan suasana.

Kenduri Seni Melayu sendiri telah berlangsung sejak 1999 dan kini memasuki tahun ke-27. Event ini juga masuk dalam Kalender Event Nusantara, menjadikannya salah satu agenda budaya unggulan di Indonesia.

Kolaborasi lintas daerah hingga mancanegara dalam “Jelang Kenduri” menjadi bukti Batam terus berkembang sebagai pusat seni dan budaya Melayu di kawasan regional. (*)

Editor : M Tahang
#Kenduri Seni Melayu 2026