batampos – Kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku industri di Batam. Selain menekan biaya produksi, kondisi ini juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok akibat lonjakan biaya logistik.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid, mengatakan sektor industri yang bergantung pada solar industri akan terdampak langsung.
“Kenaikan BBM nonsubsidi ini tentu berdampak ke industri, terutama yang menggunakan BBM industri. Biaya logistik juga berpotensi naik,” ujarnya, Minggu (19/4).
Baca Juga: Kenaikan Pertamina Dex dan Dexlite Hantam Logistik Batam, ALFI Buka Opsi Berdialog
Ia menjelaskan, tekanan biaya semakin terasa setelah sebelumnya harga avtur juga mengalami kenaikan. Kondisi tersebut memperberat beban pelaku usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Kenaikan biaya logistik menambah beban pengusaha. Ditambah lagi biaya produksi meningkat karena kelangkaan bahan baku akibat dampak perang global,” jelasnya.
Sebagai daerah yang bergantung pada pasokan dari luar melalui jalur laut, Batam dinilai sangat rentan terhadap kenaikan biaya transportasi.
“Sebagian besar kebutuhan diangkut dari luar daerah. Kalau BBM naik, otomatis ongkos angkut meningkat dan harga barang ikut terdorong naik,” katanya.
Menurut Rafki, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran jika tidak diantisipasi sejak dini.
Baca Juga: Perhatian! Harga BBM Nonsubsidi Naik Tinggi
Selain itu, Apindo juga menerima laporan dari pelaku industri terkait kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan bahan baku seperti chip elektronik dan biji plastik.
Meski demikian, ia menilai daya saing industri tetap bergantung pada kemampuan masing-masing perusahaan dalam beradaptasi.
“Daya saing itu relatif, tapi tekanan biaya memang sedang dirasakan banyak pelaku usaha,” ujarnya.
Apindo berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan industri, termasuk melalui insentif fiskal dan nonfiskal.
“Kami berharap ada dukungan agar perusahaan bisa bertahan dan tidak terjadi PHK,” tegasnya.
Dengan tekanan biaya yang meningkat, pelaku usaha di Batam kini dihadapkan pada tantangan menjaga operasional sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. (*)
Editor : M Tahang