Pantauan Batam Pos, Jumat (24/4) siang, arus lalu lintas di jalur tersebut sudah kembali lancar. Kendaraan roda dua maupun roda empat melintas tanpa hambatan berarti, berbeda dengan kondisi sebelumnya saat permukaan jalan bergelombang dan dikeluhkan pengendara.
Badan Pengusahaan Batam melalui Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menjelaskan perbaikan dilakukan secara bertahap untuk memastikan daya tahan jalan lebih kuat.
Tahap awal difokuskan pada penguatan struktur menggunakan metode beton bertulang atau rigid pavement. Langkah ini diambil untuk mengatasi penurunan badan jalan yang sebelumnya memicu gelombang pada permukaan aspal.
“Setelah beberapa hari lalu arus sempat dialihkan, sejak Selasa (21/4) sore jalan sudah kembali dibuka. Saat ini pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan drainase di bahu jalan pada titik terdampak,” ujarnya.
Perbaikan belum berhenti. Tahap akhir akan dilakukan pengaspalan ulang di atas lapisan beton setelah seluruh pekerjaan pendukung, terutama sistem drainase, rampung.
Pembenahan drainase menjadi perhatian utama karena aliran air kerap menjadi faktor yang mempercepat kerusakan jalan. Dengan sistem pembuangan air yang lebih baik, struktur jalan diharapkan lebih tahan lama.
Ariastuty menegaskan perbaikan ini tidak sekadar menambal kerusakan, tetapi memastikan fungsi jalan kembali optimal dan aman bagi pengguna.
“Sejalan dengan arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, kami akan terus melakukan pemantauan berkala agar ruas jalan di Batam tetap dalam kondisi baik,” tutupnya. (*)