Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Apriadi, mengatakan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas korban. Polisi juga telah memeriksa sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sebagai petunjuk awal.
“Sampai saat ini identitas korban masih dalam penelusuran. Kami masih mengumpulkan keterangan dan mencocokkan dengan data yang ada,” ujarnya.
Baca Juga: Efek Domino BBM Nonsubsidi: Dari SPBU ke Dapur Warga Batam
Petugas juga berkoordinasi dengan warga sekitar serta mencocokkan ciri-ciri korban dengan kemungkinan laporan orang hilang.
Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan jasad pria dalam posisi tergantung pada Selasa (28/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh seorang pemuda bernama Kevin bersama rekannya saat hendak memancing di sekitar lokasi.
Kevin mengaku awalnya tidak menyadari bau menyengat yang tercium berasal dari jasad tersebut. Ia yang sedang mencari cacing untuk umpan pancing kemudian terkejut saat melihat tubuh korban tergantung di pohon tidak jauh dari bibir jalan.
“Awalnya saya cari cacing, terus pas jalan malah lihat ada mayat tergantung. Saya langsung kaget dan lapor polisi,” katanya.
Saat olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang di sekitar korban, di antaranya satu botol minuman berwarna merah muda, sepasang sandal, serta satu kaleng obat nyamuk semprot.
Korban diketahui mengenakan hoodie hitam, topi merah, dan celana pendek bermotif bunga. Alat yang digunakan untuk menggantung diduga berupa kombinasi ikat pinggang dan sehelai kain yang dililitkan pada leher.
Petugas juga memeriksa kantong pakaian korban, namun tidak ditemukan identitas resmi seperti KTP atau dokumen lainnya.
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Selain menunggu hasil pemeriksaan medis, penyidik masih mendalami apakah barang-barang di lokasi berkaitan langsung dengan peristiwa tersebut.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa diminta segera melapor ke Polsek Bengkong guna membantu proses identifikasi. (*)
Editor : Jamil Qasim