Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pohon Jati Emas di Jalur Bandara Batam Dirusak Orang Tak Dikenal

Abdul Azis Maulana • Senin, 4 Mei 2026 | 17:11 WIB
Sejumlah batang pohon jati emas di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, menuju Bandara Internasional Hang Nadim, terlihat rusak setelah dipotong oleh pihak tak dikenal. Aksi ini menjadi sorotan karena merusak program penghijauan Batam Green 2022 yang didukung dana CSR. / F. Cecep Mulayana / Batam Pos
Sejumlah batang pohon jati emas di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, menuju Bandara Internasional Hang Nadim, terlihat rusak setelah dipotong oleh pihak tak dikenal. Aksi ini menjadi sorotan karena merusak program penghijauan Batam Green 2022 yang didukung dana CSR. / F. Cecep Mulayana / Batam Pos

batampos — Upaya memperkuat wajah hijau Kota Batam kembali mendapat tantangan. Puluhan pohon jati emas yang ditanam di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari Simpang Legenda hingga akses menuju Bandara Internasional Hang Nadim, dilaporkan dipotong oleh pihak tak dikenal.

Aksi perusakan ini terjadi di salah satu koridor utama kota yang selama ini diproyeksikan sebagai etalase Batam bagi wisatawan dan investor. Padahal, pohon-pohon tersebut merupakan bagian dari program penghijauan yang baru berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan verifikasi.

“Kami baru mengetahui informasi ini dan tim pertamanan sudah turun ke lokasi untuk pengecekan,” ujarnya, Senin (4/5).

Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, pohon-pohon jati emas itu sebelumnya tumbuh dengan baik dan mulai membentuk lanskap hijau di jalur protokol.

“Kami sangat menyayangkan. Pohon-pohon itu sudah berkembang bagus dan memberikan nilai estetika bagi kota,” katanya.

Saat ini, BP Batam masih melakukan pendataan jumlah pohon yang dirusak sekaligus menelusuri pihak yang bertanggung jawab. Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait motif di balik aksi tersebut.

Diketahui, pohon-pohon itu merupakan bagian dari program penghijauan Batam Green 2022, sebuah inisiatif untuk membangun citra Batam sebagai kota modern yang tetap berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Pada tahap awal program, sekitar 12 ribu pohon ditanam di sepanjang koridor menuju bandara. Menariknya, program ini tidak menggunakan anggaran pemerintah, melainkan didukung penuh melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang melibatkan berbagai perusahaan, perbankan, dan yayasan di Batam.

Insiden ini pun memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan terhadap aset lingkungan yang telah dibangun bersama. Di satu sisi, kolaborasi lintas sektor terus didorong untuk memperluas ruang hijau kota, namun di sisi lain perlindungan di lapangan masih menghadapi tantangan.

BP Batam mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas penghijauan yang ada. Partisipasi publik dinilai menjadi kunci agar upaya menjadikan Batam sebagai kota hijau tidak terhenti.

“Ini tanggung jawab bersama. Tanpa dukungan masyarakat, program penghijauan akan sulit berjalan optimal,” tutupnya. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#pohon jati emas Batam #Batam Green 2022 #penghijauan Batam #bp batam