batampos — Isu bullying di sekolah makin jadi perhatian serius. Di Batam, Polresta Barelang lewat Satuan Binmas turun langsung ke sekolah untuk mengedukasi siswa agar berani melawan perundungan.
Sosialisasi anti bullying digelar di Sekolah Yehonala Batam pada Senin (4/5). Kegiatan ini fokus pada pencegahan sejak dini, dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama.
Kasat Binmas Polresta Barelang, Betty Novia, menegaskan bahwa sekolah harus jadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua.
“Tidak boleh ada ruang untuk bullying dalam bentuk apa pun. Sekolah harus jadi tempat yang menyenangkan untuk belajar,” tegasnya.
Dalam sesi materi, polisi menjelaskan berbagai bentuk bullying—mulai dari fisik, verbal, hingga sosial. Penyampaiannya dibuat santai dan mudah dipahami, supaya siswa benar-benar “ngeh” dampaknya.
Dan dampaknya memang bukan main. Bullying bisa meninggalkan luka psikologis yang dalam, bahkan jangka panjang.
Karena itu, siswa juga diajak untuk lebih peduli dan berani bersuara.
“Kalau melihat atau mengalami bullying, jangan diam. Speak up. Diam justru membuat pelaku merasa benar,” lanjut Betty.
Menariknya, kegiatan ini tidak cuma teori. Para siswa juga ikut deklarasi anti bullying sebagai bentuk komitmen bersama. Mereka menandatangani dan memberi cap jari di spanduk sebagai simbol penolakan terhadap perundungan.
Salah satu siswa, Ardi, mengaku tergerak setelah ikut kegiatan ini.
“Kami sepakat untuk tidak melakukan bullying dan saling mengingatkan. Sekolah harus aman untuk semua,” katanya.
Lewat pendekatan seperti ini, Polresta Barelang berharap kesadaran pelajar makin meningkat. Harapannya, sekolah di Batam bisa jadi ruang yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
(*)
Editor : Putut Ariyotejo