Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dinkes Batam Ajak Perempuan Rutin Skrining, Kasus Kanker Masih Tinggi

Rengga Yuliandra • Selasa, 5 Mei 2026 | 23:59 WIB
Petugas kesehatan melakukan kampanye pemeriksaan payudara dan skrining IVA sebagai upaya deteksi dini kanker.  / Unsplash
Petugas kesehatan melakukan kampanye pemeriksaan payudara dan skrining IVA sebagai upaya deteksi dini kanker. / Unsplash

 

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan reproduksi. Pasalnya, kasus kanker payudara dan kanker serviks di Batam masih tergolong tinggi, sementara banyak pasien baru mengetahui penyakitnya saat sudah memasuki stadium lanjut.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Batam, dr Agnes Sintalia Saing, menegaskan deteksi dini menjadi kunci untuk menekan risiko yang lebih besar. Untuk itu, Dinkes membuka layanan skrining gratis di seluruh puskesmas.

“Warga Batam bisa melakukan pemeriksaan IVA untuk kanker serviks dan pemeriksaan payudara di puskesmas terdekat hanya dengan menunjukkan KTP Batam, tanpa dipungut biaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, skrining kanker serviks dilakukan melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Pemeriksaan ini dinilai efektif untuk mendeteksi kelainan sejak dini.

Berdasarkan data rumah sakit se-Kota Batam per Maret 2026, tercatat 61 kasus kanker serviks tanpa kematian, serta 222 kasus kanker payudara dengan tiga kasus kematian. Angka ini menunjukkan kanker payudara masih menjadi kasus terbanyak di Batam.

Tak hanya itu, hasil skrining Dinkes Batam juga menemukan sekitar tiga persen peserta pemeriksaan terindikasi memiliki kelainan yang mengarah pada kanker payudara.

“Ini menjadi sinyal bahwa deteksi dini harus jadi perhatian serius,” tegas Agnes.

Ia menambahkan, kedua jenis kanker tersebut kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak pasien datang berobat dalam kondisi yang sudah cukup parah.

“Banyak kasus tanpa keluhan di awal. Saat diperiksa, ternyata sudah stadium lanjut. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting,” katanya.

Rendahnya partisipasi masyarakat dalam skrining, lanjut Agnes, masih dipengaruhi rasa malu dan anggapan tidak perlu memeriksakan diri jika tidak ada gejala.

“Padahal justru saat merasa sehat itulah waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan, karena peluang sembuh lebih besar jika terdeteksi lebih awal,” jelasnya.

Dinkes Batam pun mengajak perempuan usia produktif untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah tersedia di puskesmas sebagai langkah pencegahan.

“Ayo periksakan kesehatan secara rutin. Cukup datang ke puskesmas terdekat dengan KTP Batam, sehingga jika ada masalah bisa segera ditangani,” tutupnya. (*)

 

Editor : Putut Ariyotejo
#kanker serviks #skrining kesehatan #dinkes batam #kanker payudara #kesehatan perempuan