batampos – Badan Pengusahaan Batam mulai membuka peluang pengembangan pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy sebagai solusi jangka panjang mengatasi persoalan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur.
Langkah awal tersebut ditandai dengan pertemuan BP Batam bersama perusahaan pengelolaan limbah asal Tiongkok yang datang untuk memperkenalkan teknologi sekaligus menjajaki peluang kerja sama pengembangan waste to energy di Batam.
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pertemuan tersebut masih bersifat penjajakan awal dan pertukaran informasi terkait kondisi persampahan di Batam.
“Perusahaan tersebut hadir ke Batam untuk memperkenalkan diri sekaligus menggali informasi lebih jauh mengenai kondisi persampahan di Batam,” kata Denny, Selasa (19/5).
Menurut dia, perusahaan asal Tiongkok tersebut bergerak di bidang pengelolaan limbah dan lingkungan, mulai dari waste to energy, pengolahan limbah cair (wastewater treatment), hingga sektor lain yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan limbah industri.
Baca Juga: Li Claudia Chandra Klarifikasi Polemik Pendataan Penduduk Non-KTP Batam
“Mereka menyampaikan bahwa di Tiongkok perusahaan ini termasuk salah satu perusahaan besar di bidang pengelolaan limbah dan lingkungan,” ujarnya.
Denny menjelaskan, ketertarikan investor tersebut terhadap Batam muncul karena melihat perkembangan kota yang pesat sebagai kawasan industri dan investasi.
“Mereka melihat Batam sebagai kota industri yang maju, tumbuh cepat, dan memiliki prospek ekonomi yang sangat baik,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam menyambut positif kedatangan investor tersebut. Menurut Denny, pengembangan waste to energy memang menjadi salah satu isu strategis yang mulai banyak dibahas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Batam yang saat ini menghadapi tantangan peningkatan volume sampah.
Pihak perusahaan, lanjutnya, juga mengaku telah mengikuti perkembangan proyek waste to energy di sejumlah wilayah Indonesia dan ingin mengetahui lebih jauh peluang pengembangan teknologi serupa di Batam.
“Mereka ingin mengenal lebih jauh kondisi Batam dan melihat kemungkinan untuk turut berpartisipasi apabila ke depan terdapat langkah lanjutan terkait pengembangan waste to energy di Batam,” katanya.
Meski demikian, Denny menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan final terkait realisasi proyek maupun kerja sama investasi. BP Batam masih berada pada tahap awal penjajakan dan belum masuk ke pembahasan teknis secara mendalam.
Baca Juga: Ariana Grande Rilis Teaser Lagu Baru Hate That I Made You Love Me
“Pada prinsipnya, pertemuan ini menjadi forum awal untuk saling bertukar informasi, memperkenalkan kapasitas perusahaan, serta memahami kebutuhan dan kondisi pengelolaan sampah di Batam,” ujarnya.
Terkait rencana pelaksanaan proyek, kapasitas energi yang akan dihasilkan, hingga bentuk energi yang nantinya dikembangkan, Denny menyebut seluruhnya masih membutuhkan pembahasan dan kajian lebih lanjut.
Namun demikian, wacana pengembangan waste to energy dinilai menjadi salah satu langkah strategis di tengah meningkatnya persoalan sampah di Batam, khususnya di TPA Punggur yang selama ini menjadi lokasi utama penampungan sampah kota. (*)
Editor : Putut Ariyo