batampos – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam memberikan pelatihan khusus kepada personel Yonif 136/Tuah Sakti (TS) terkait pengoperasian mobil dan peralatan pemadam kebakaran, Jumat (22/5).
Pelatihan itu digelar menyusul bantuan satu unit armada damkar dari Kementerian Pertahanan untuk Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti. Sejumlah prajurit tampak mengikuti pelatihan penggunaan armada, pengoperasian alat pemadam, hingga teknik penanganan kebakaran di lapangan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, Hendriana Gustini, didampingi Kepala Bidang Pencegahan, Muhammad Hafiz.
Hendriana mengatakan, pelatihan dilakukan atas permintaan pihak Yonif 136 TS agar personel mereka memahami tata cara penggunaan armada damkar secara benar dan aman.
“Yonif 136 mendapatkan bantuan mobil damkar dari Kementerian Pertahanan, sehingga mereka meminta pelatihan kepada kami untuk mengoperasikan armada dan alat pemadam kebakaran,” ujar Hendriana.
Baca Juga: Juknis SPMB SMA SMK Negeri Kepri 2026/2027 Terbit, Ini Kuota dan Jalur Penerimaan Siswa Baru
Tak hanya teori, personel Yonif juga menjalani praktik langsung penggunaan selang, pompa air, hingga simulasi teknik pemadaman api. Mereka turut dibekali pemahaman mengenai standar keselamatan saat melakukan penanganan kebakaran.
Menurut Hendriana, pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi situasi darurat, termasuk keterlibatan unsur TNI dalam membantu penanganan kebakaran di Batam.
Ia menilai keberadaan armada damkar di lingkungan Yonif 136 TS nantinya dapat memperkuat respons penanganan kebakaran dan membantu pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan adanya armada damkar di Yonif ini, ke depan bisa membantu kami di lapangan dalam melayani masyarakat. Kolaborasi ini sangat diperlukan untuk peningkatan kualitas pelayanan,” katanya.
Hendriana menambahkan, sinergi antara Dinas Damkar dan unsur TNI menjadi langkah positif dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya di bidang penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.
Kerja sama lintas instansi dinilai mampu mempercepat respons ketika terjadi keadaan darurat, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Batam.
Sebagai bagian dari pemerintah daerah, lanjut dia, pihaknya juga mendukung program pemerintah pusat, termasuk bantuan armada damkar dari Kementerian Pertahanan kepada satuan TNI.
“Harapannya kemampuan personel Yonif 136 semakin meningkat dan pelayanan kepada masyarakat juga semakin maksimal,” ujarnya. (*)
Editor : Putut Ariyo