batampos – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menggelar presentasi inovasi peserta magang Batch II sebagai bentuk pengembangan kompetensi, kreativitas, dan kontribusi nyata terhadap peningkatan pelayanan di lingkungan Lapas Batam, Jumat (22/5).
Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto mengatakan kegiatan tersebut diikuti empat tim peserta magang. Masing-masing tim mempresentasikan inovasi hasil gagasan dan pengembangan selama menjalani masa magang di Lapas Batam.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong peserta magang untuk mampu berpikir kreatif dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pelayanan di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Yosafat.
Baca Juga: Hipertensi di Batam Masih Tinggi
Empat inovasi yang dipresentasikan meliputi aplikasi SINAR (Sistem Inventaris Arsip Pegawai) yang bertujuan mempermudah pengelolaan arsip pegawai agar lebih tertata dan efisien.
Selain itu, peserta juga menghadirkan inovasi optimalisasi program Kejar Paket melalui penyusunan modul ajar terstruktur guna mendukung proses pembelajaran warga binaan agar lebih sistematis dan efektif.
Tak hanya itu, inovasi pengembangan budidaya maggot turut dipaparkan sebagai upaya mendukung program pembinaan kemandirian serta pengelolaan limbah organik yang memiliki nilai ekonomis.
Sementara inovasi lainnya berupa penggunaan nomor pada sandal kunjungan untuk meningkatkan ketertiban dan mempermudah pengawasan saat layanan kunjungan berlangsung.
Yosafat mengapresiasi ide dan kreativitas yang ditunjukkan para peserta magang. Menurutnya, inovasi yang dipresentasikan memiliki nilai positif dan berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan serta pembinaan di Lapas Batam.
Baca Juga: Yonif 136 Tuah Sakti Belajar Operasikan Mobil Damkar
“Saya mengapresiasi semangat, kreativitas, dan kontribusi yang telah diberikan peserta magang. Inovasi-inovasi ini menunjukkan bahwa generasi muda mampu menghadirkan ide-ide yang bermanfaat dan solutif bagi kemajuan organisasi. Semoga ke depannya inovasi yang diberikan dapat terus dilanjutkan,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi peserta magang, tetapi juga mampu membentuk pola pikir kolaboratif dan inovatif dalam mendukung pelayanan pemasyarakatan yang semakin baik. (*)
Editor : M Tahang