Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Perbaikan Jalan S Parman Picu Kemacetan Panjang

Muhammad Syaban • Minggu, 7 Juni 2026 | 17:31 WIB
Kendaraan mengantre di ruas Jalan S Parman, Kecamatan Sei Beduk, Batam, saat pekerjaan perbaikan jalan berlangsung. Aktivitas penambalan dan pelapisan ulang aspal di jalur Simpang Panbil-Piayu menyebabkan arus lalu lintas melambat, terutama pada jam pulang kerja.   F. Sya
Kendaraan mengantre di ruas Jalan S Parman, Kecamatan Sei Beduk, Batam, saat pekerjaan perbaikan jalan berlangsung. Aktivitas penambalan dan pelapisan ulang aspal di jalur Simpang Panbil-Piayu menyebabkan arus lalu lintas melambat, terutama pada jam pulang kerja. F. Sya'ban / Batam Pos

batampos – Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan S Parman, Kecamatan Sei Beduk, dalam beberapa hari terakhir seiring berlangsungnya pekerjaan perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan akibat kondisi berlubang dan bergelombang.

Arus kendaraan dari arah Simpang Panbil menuju Piayu terpantau melambat, terutama pada jam-jam sibuk saat pekerja pulang dari kawasan industri. Antrean kendaraan bahkan kerap mengular hingga ratusan meter karena sebagian badan jalan digunakan untuk aktivitas perbaikan dan penempatan alat berat.

Pantauan di lapangan, Sabtu (6/6/2026), pekerjaan saat ini difokuskan pada lajur dari arah Simpang Panbil menuju Piayu. Sejumlah titik kerusakan telah ditangani melalui penambalan, sementara beberapa segmen lainnya memasuki tahap pelapisan ulang aspal.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Merta Dinata, mengatakan perbaikan dilakukan menggunakan dua metode, yakni patching atau penambalan pada titik-titik kerusakan ringan serta overlay atau pelapisan ulang aspal pada ruas yang mengalami kerusakan lebih berat.

"Sedang kita perbaiki di dua lajur tersebut. Ada segmen yang dilakukan patching dan ada juga yang overlay," ujar Merta Dinata kepada Batam Pos, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, tahap awal pekerjaan difokuskan pada ruas Simpang Panbil menuju Piayu. Setelah pekerjaan di jalur tersebut selesai, perbaikan akan dilanjutkan pada lajur sebaliknya, yakni dari arah Piayu menuju Simpang Panbil.

Ia menjelaskan, metode penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan jalan. Untuk ruas yang mengalami kerusakan ringan, dilakukan penambalan agar permukaan kembali rata dan aman dilalui kendaraan. Sementara ruas dengan tingkat kerusakan yang lebih parah akan mendapat pelapisan ulang aspal secara menyeluruh.

Baca Juga: Rekomendasi Sarapan Enak di Batam Center, 4 Kuliner Mie Tarempa dan Kopi yang Wajib Dicoba

"Jalan yang rusaknya ringan kita tambal. Sedangkan yang banyak lubang dan permukaannya sudah rusak kita lakukan overlay," katanya.

Jalan S Parman merupakan salah satu jalur strategis di Kota Batam yang menghubungkan kawasan industri Muka Kuning, wilayah permukiman di Sei Beduk, hingga berbagai pusat aktivitas ekonomi di kawasan timur kota. Setiap hari, ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat melintasi ruas tersebut.

Karena menjadi akses utama mobilitas pekerja dan masyarakat, proses perbaikan jalan berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas. Meski menimbulkan kemacetan sementara, pekerjaan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan setelah rampung.

Pemerintah Kota Batam mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan, mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan, serta mematuhi petunjuk petugas di lapangan guna menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung. (*)

Editor : Putut Ariyo
#sei beduk #Dinas Bina Marga Batam #Kemacetan Batam #Jalan S Parman #perbaikan jalan