Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

ABH Kejar Perbaikan Pipa Bocor di Simpang Kepri Mall, 60 Ribu Pelanggan Terdampak

Jamil Qasim • Selasa, 9 Juni 2026 | 08:01 WIB
Sejumlah pekerjaan melakukan perbaikan pipa Air Batam Hilir (ABH) yang mengalami kebocoran di simpang lampumerahKepri Mall, Senin (8/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah pekerjaan melakukan perbaikan pipa Air Batam Hilir (ABH) yang mengalami kebocoran di simpang lampumerahKepri Mall, Senin (8/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kebocoran pipa distribusi utama berdiameter DN 500 mm di kawasan Simpang Kepri Mall, Batam Kota, mengganggu pasokan air bersih bagi puluhan ribu pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.

Hingga Senin (8/6) siang, proses perbaikan masih berlangsung di titik kebocoran yang berada di depan Gedung Informa Custom Furniture, Jalan Jenderal Sudirman, Baloi Permai. Sejumlah alat berat dan perlengkapan konstruksi dikerahkan untuk mempercepat penanganan kerusakan.

Pipa yang mengalami kebocoran merupakan salah satu jalur distribusi utama dengan kapasitas suplai mencapai 600 liter per detik. Demi menjaga keselamatan pekerjaan dan stabilitas jaringan, aliran air pada jalur tersebut terpaksa dihentikan sementara.

Baca Juga: MV Golden Star 1 Tenggelam, Ancaman Pencemaran Laut di Perairan Batam Jadi Sorotan

Akibatnya, sekitar 50 ribu hingga 60 ribu pelanggan terdampak. Sejumlah kawasan mengalami penurunan tekanan air hingga terhentinya pasokan secara total.

Wilayah yang terdampak meliputi Taman Niaga, Temenggung, Plamo Garden, Dutamas, Anggrek Sari, kawasan Industri Batam Centre, Citra Batam, Batu Batam, Kintamani, Bengkong, Central Sukajadi, Orchid Park, Rosedale, Marchelia, serta sejumlah kawasan permukiman lainnya.

Corporate Communication PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Amlamsyah, mengatakan kebocoran mulai teridentifikasi pada Minggu (7/6).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, lokasi kebocoran berada pada jaringan distribusi utama yang diduga terdampak kondisi tanah yang tidak stabil. Saat ini tim teknis masih fokus melakukan perbaikan sekaligus investigasi lanjutan untuk memastikan faktor penyebab secara menyeluruh,” ujar Ginda dalam keterangan tertulis, Senin (8/6).

Baca Juga: Pemko Batam Gandeng Polibatam Salurkan Beasiswa, Fokus Cetak SDM Siap Kerja

Menurutnya, proses perbaikan tidak dapat dilakukan secara sederhana karena menyangkut jaringan distribusi utama yang melayani puluhan ribu pelanggan.

ABH menjelaskan, pekerjaan diawali dengan pengurangan hingga penghentian sementara aliran air pada jaringan terdampak. Selanjutnya dilakukan penggalian area kerja, pembukaan baut spool piece pada kedua sisi pipa, pemotongan bagian pipa yang rusak, pemasangan flange adaptor, pemasangan spool piece pengganti, hingga penyambungan kembali seluruh jaringan.

Selain kompleksitas pekerjaan teknis, petugas juga menghadapi tantangan berupa kondisi tanah yang labil dan berpotensi longsor. Faktor cuaca turut menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan perbaikan.

“Setiap tahapan harus dilakukan sesuai standar teknis agar hasil perbaikan dapat berfungsi optimal dan meminimalkan risiko gangguan berulang,” katanya.

Gangguan distribusi air yang beberapa kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir memunculkan pertanyaan publik terkait kondisi jaringan perpipaan di Batam. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah kerusakan kali ini berkaitan dengan usia pipa, kualitas material, atau faktor teknis lainnya.

Menanggapi hal tersebut, ABH menyatakan masih melakukan investigasi sehingga belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kerusakan. Perusahaan juga belum merinci frekuensi gangguan serupa yang pernah terjadi di ruas Simpang Kepri Mall dalam lima tahun terakhir.

Meski demikian, ABH menegaskan evaluasi kondisi jaringan dilakukan secara berkala. Program pemeliharaan, rehabilitasi, dan peremajaan aset terus dijalankan secara bertahap berdasarkan tingkat prioritas, kondisi teknis, usia aset, dan kebutuhan pengembangan sistem.

Sementara itu, terkait volume air yang hilang akibat kebocoran maupun potensi kerugian yang ditimbulkan, perusahaan mengaku masih melakukan penghitungan pasca-perbaikan.

ABH juga mengakui bahwa kebocoran jaringan distribusi menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), yang selama ini menjadi fokus pembenahan perusahaan. Namun, hingga kini angka NRW terkini belum dipublikasikan.

Perusahaan memastikan fokus utama saat ini adalah menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin agar distribusi air dapat kembali normal.

Namun, ABH mengingatkan bahwa selesainya pekerjaan fisik tidak serta-merta membuat pasokan air langsung pulih di seluruh wilayah terdampak. Setelah perbaikan rampung, sistem akan memasuki tahap pemulihan atau recovery aliran yang memerlukan waktu berbeda di setiap kawasan.

Pelanggan yang berada di ujung jaringan distribusi, wilayah dengan elevasi lebih tinggi, maupun daerah yang jauh dari sumber distribusi umumnya membutuhkan waktu lebih lama hingga tekanan dan aliran air kembali stabil.

Untuk mempercepat normalisasi, tim operasional melakukan pengeluaran udara yang terjebak di dalam jaringan melalui air valve, pemeriksaan jaringan distribusi, serta pemantauan tekanan pada berbagai titik pelayanan.

Menjawab keluhan pelanggan terkait ketersediaan bantuan air bersih selama gangguan berlangsung, ABH menyatakan mobil tangki air tetap disiagakan sebagai bentuk layanan darurat.

Perusahaan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan langkah pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan terdampak. Namun hingga saat ini, mekanisme kompensasi bagi pelanggan yang mengalami penghentian suplai dalam waktu lama masih belum dijelaskan secara rinci.

“Kami memahami kesulitan yang dialami pelanggan akibat gangguan ini. Seluruh tim PT Air Batam Hilir terus bekerja maksimal untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan dan memastikan suplai air dapat kembali normal secara bertahap kepada seluruh pelanggan terdampak,” tutup Ginda. (*)

Editor : Jamil Qasim
#pipa bocor #abh