Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ancaman PHK Masih Membayangi Buruh Batam

Yofie Yuhendri • Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:31 WIB
Ilustrasi PHK karyawan. (jpg)
Ilustrasi PHK karyawan. (jpg)

batampos – Perlambatan ekonomi global mulai dirasakan sektor industri di Kota Batam. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pekerja dilaporkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pengakhiran kontrak kerja akibat tekanan yang dihadapi perusahaan.

Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kepulauan Riau, Suprapto, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius kalangan buruh. Menurutnya, ancaman PHK masih membayangi para pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Ancaman PHK itu selalu ada. Baru-baru ini rekan kami di-PHK di salah satu perusahaan di kawasan Tanjung Uncang,” ujar Suprapto, Jumat (12/6).

Ia menilai setiap kebijakan PHK seharusnya dilakukan secara terbuka dan dikomunikasikan dengan baik antara perusahaan dan pekerja. Namun, berdasarkan laporan yang diterima serikat pekerja, masih ada perusahaan yang melakukan PHK tanpa penjelasan yang memadai.

“Ini harus dikomunikasikan. Tapi yang terjadi, tidak ada penjelasan dari perusahaan. Bahkan beberapa buruh sudah mengajukan gugatan ke pengadilan,” katanya.

Menurut Suprapto, dampak perlambatan ekonomi global paling terasa pada terganggunya rantai pasok bahan baku yang dibutuhkan industri. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian perusahaan mengalami kendala operasional.

Meski demikian, ia menegaskan tidak seluruh perusahaan di Batam terdampak secara signifikan. Sejumlah industri masih mampu mempertahankan tingkat produksi dan aktivitas usahanya.

“Yang paling terasa itu keterlambatan pemasokan bahan baku. Tetapi masih banyak perusahaan yang produksinya tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, beberapa perusahaan masih membuka lowongan pekerjaan dan merekrut tenaga kerja baru. Hal itu menunjukkan sektor industri Batam secara umum masih memiliki daya tahan di tengah tekanan ekonomi global.

Karena itu, FSPMI berharap perusahaan mengedepankan dialog dan komunikasi dengan pekerja apabila menghadapi kesulitan usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah konflik hubungan industrial sekaligus memberikan kepastian bagi para pekerja.

“Kami berharap perusahaan terbuka dan mengedepankan komunikasi dengan pekerja. Jika memang ada persoalan, sebaiknya dibicarakan bersama sehingga tidak menimbulkan masalah baru,” tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#ancaman PHK #Buruh Batam