batampos – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Batam kembali diwarnai tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah sekolah negeri yang selama ini dikenal sebagai sekolah favorit.
Meski pemerintah telah menghapus istilah sekolah unggulan dan terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan, sejumlah SMA dan SMK negeri tetap menjadi tujuan utama para calon peserta didik dan orang tua.
Fenomena tersebut terlihat sejak hari pertama pendaftaran dibuka. Beberapa sekolah langsung dibanjiri peminat sehingga memicu lonjakan akses pada sistem pendaftaran daring.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Wilayah Batam, Kasdianto, mengakui bahwa persepsi masyarakat mengenai sekolah favorit masih sangat kuat.
"Secara aturan tidak ada lagi sekolah unggulan. Namun, di mata masyarakat anggapan itu masih ada," ujarnya, Jumat (12/6).
Beberapa sekolah yang setiap tahun menjadi favorit pendaftar antara lain SMKN 1 Batam, SMKN 5 Batam, SMKN 6 Batam, SMKN 7 Batam, SMAN 1 Batam, SMAN 3 Batam, dan SMAN 20 Batam.
Menurut Kasdianto, pemerintah terus berupaya menghapus kesenjangan persepsi tersebut melalui peningkatan mutu pendidikan secara merata, mulai dari kualitas tenaga pendidik, sarana-prasarana, hingga layanan pembelajaran di seluruh sekolah negeri.
"Kami terus melakukan pemerataan kualitas agar semua sekolah memiliki standar layanan pendidikan yang baik dan mampu bersaing," katanya.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, proses pendaftaran sempat mengalami gangguan teknis pada hari pertama. Tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan membuat server mengalami perlambatan bahkan sulit diakses dalam beberapa waktu.
Namun, kondisi tersebut telah berhasil diatasi dan layanan pendaftaran kini berjalan normal.
"Sempat mengalami gangguan karena banyak pengguna yang masuk secara bersamaan. Sekarang sistem sudah kembali lancar," jelasnya.
Baca Juga: Bidpropam Polda Kepri Salurkan Bantuan untuk Lansia dan Anak Yatim
Hingga hari kedua pelaksanaan SPMB, Cabang Dinas Pendidikan Kepri Wilayah Batam masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan jumlah pendaftar di seluruh sekolah. Data resmi mengenai total peserta yang mendaftar akan direkap setelah seluruh tahapan penerimaan selesai.
"Nanti setelah semua proses selesai, baru kami minta laporan lengkap dari masing-masing sekolah," tambah Kasdianto.
Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa seluruh sekolah negeri memiliki peluang yang sama dalam mencetak lulusan berkualitas. Karena itu, orang tua diminta tidak hanya terpaku pada label sekolah favorit saat menentukan pilihan pendidikan bagi anak-anak mereka. (*)
Editor : M Tahang