batampos – Puskesmas Tiban Baru mencatat sejarah sebagai puskesmas pertama di Kota Batam yang melaksanakan pencanangan dan deklarasi Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TB). Program tersebut melibatkan Kelurahan Tiban Baru dan Tiban Lama sebagai bagian dari upaya mendukung target eliminasi TB nasional pada 2030.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow kesehatan dan deklarasi itu berlangsung di Auditorium Institut Teknologi Batam (ITEBA), Selasa (16/6). Acara dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Batam, Dinas Kesehatan Kota Batam, kader kesehatan, serta berbagai elemen masyarakat.
Kepala Puskesmas Tiban Baru, dr Hilda Insyafri, mengatakan deklarasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendampingi pasien TB hingga sembuh.
Baca Juga: 294 Pedagang Gurindam 12 Tanjungpinang Diverifikasi Sebelum Direlokasi
“Seluruh Kota Batam sebenarnya sudah memiliki SK Kelurahan Siaga TB. Namun, deklarasi yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru ini menjadi yang pertama di Kota Batam,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Kelurahan Siaga TB bertujuan mengoptimalkan peran kader khusus TB dalam melakukan investigasi kontak, pemantauan pasien, hingga memastikan pasien menjalani pengobatan secara tuntas.
“Kader yang terlibat bukan kader Posyandu, melainkan kader khusus TB yang menjadi bagian dari struktur Kelurahan Siaga TB. Mereka berperan mendampingi pasien dan membantu menemukan kasus secara dini,” jelasnya.
Selain deklarasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk menghapus stigma negatif terhadap penderita TB.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Meldasari, menegaskan bahwa TB merupakan penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan.
Baca Juga: Pemilik Toko Emas Rugi Rp 30 Juta, Ini Modus Fiktif Pelaku
“Jangan memberikan stigma negatif kepada pasien TB. Penyakit ini bisa disembuhkan. Yang penting adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya imunisasi BCG sejak dini sebagai salah satu langkah pencegahan TB pada anak.
Meldasari menyebut deklarasi Kelurahan Siaga TB di Tiban Baru dan Tiban Lama merupakan yang pertama dilaksanakan oleh puskesmas di Batam. Ke depan, program serupa akan diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah kerja puskesmas sebagai bentuk komitmen bersama mencapai eliminasi TB tahun 2030.
Sementara itu, dokter penanggung jawab program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Puskesmas Tiban Baru, dr Masitha Ayuni, mengatakan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mempercepat penemuan kasus TB.
“Target pemerintah adalah eliminasi TB tahun 2030. Karena itu, kami membutuhkan dukungan masyarakat sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan untuk menemukan kasus, melakukan investigasi kontak, dan mendampingi pasien selama pengobatan,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 50 pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru masih menjalani pengobatan. Meski capaian penemuan kasus belum mencapai target, jumlahnya terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Puskesmas Tiban Baru juga telah menyediakan sistem pelaporan daring bagi masyarakat yang menemukan anggota keluarga atau tetangga dengan gejala TB, seperti batuk berkepanjangan.
“Kami memiliki sistem pelaporan online. Jika ada warga yang mengalami batuk lama atau gejala mengarah ke TB, bisa segera dilaporkan agar ditindaklanjuti petugas kesehatan,” jelas dr Ayu.
Dalam penanganannya, petugas kesehatan bersama kader akan melakukan investigasi kontak terhadap anggota keluarga dan orang-orang yang berinteraksi erat dengan pasien. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan penularan serta memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi mereka yang berisiko.
Ia juga menegaskan pasien TB tidak harus diisolasi dari keluarganya.
“Penularan tertinggi terjadi pada dua minggu pertama pengobatan. Setelah rutin mengonsumsi obat selama dua minggu, risiko penularan menurun drastis. Pasien tetap bisa tinggal bersama keluarga dengan tetap menggunakan masker pada masa awal pengobatan,” terangnya.
Melalui deklarasi ini, Dinas Kesehatan Kota Batam dan Puskesmas Tiban Baru berharap masyarakat semakin peduli terhadap pencegahan, penemuan dini kasus, dan pendampingan pasien TB, sehingga target Indonesia bebas Tuberkulosis pada 2030 dapat tercapai. (*)
Editor : Jamil Qasim