Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

McDermott Resmikan Dua Fasilitas Energi Hijau di Batam, Perkuat Rantai Pasok Global

Muhammad Syaban • Rabu, 17 Juni 2026 | 17:32 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama jajaran PT McDermott Indonesia dan tamu undangan meresmikan Cakrawala Building dan Nusantara Building di Lapangan Fabrikasi McDermott Batam. Fasilitas ini akan mendukung proyek energi hijau berskala global. Foto: Istimewa
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama jajaran PT McDermott Indonesia dan tamu undangan meresmikan Cakrawala Building dan Nusantara Building di Lapangan Fabrikasi McDermott Batam. Fasilitas ini akan mendukung proyek energi hijau berskala global. Foto: Istimewa

batampos – PT McDermott Indonesia meresmikan dua fasilitas industri baru, Cakrawala Building dan Nusantara Building, di Lapangan Fabrikasi McDermott Batam. Kehadiran dua fasilitas tersebut menjadi tonggak penting transformasi Batam dari pusat fabrikasi minyak dan gas menuju salah satu rantai pasok industri energi hijau dunia.

Peresmian yang berlangsung Kamis (28/5) itu dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, serta sejumlah mitra industri energi asal Eropa.

Dua fasilitas tersebut dibangun untuk mendukung proyek High Voltage Direct Current (HVDC) milik TenneT, operator sistem transmisi listrik Eropa. Teknologi HVDC digunakan untuk menyalurkan energi listrik dalam kapasitas besar dari pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai menuju jaringan listrik di daratan.

Baca Juga: Pendatang ke Batam Bakal Wajib Lampirkan SKCK

Melalui proyek tersebut, Batam akan memproduksi modul converter platform berukuran raksasa yang nantinya dikirim ke Jerman untuk mendukung penyediaan energi bersih bagi jutaan rumah tangga di Eropa.

Vice President HVDC PT McDermott Indonesia, Jason Williams, mengatakan Batam dipilih karena merupakan lapangan fabrikasi terbesar dan paling berpengalaman yang dimiliki McDermott.

"McDermott memiliki enam yard di dunia dan Batam adalah yang terbesar serta paling berpengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek berskala besar," ujarnya.

Menurut Jason, Cakrawala Building menjadi pusat fabrikasi blok-blok utama converter platform, sedangkan Nusantara Building difungsikan sebagai fasilitas blasting dan painting dengan sistem pengendalian lingkungan modern guna menjaga kualitas baja dari korosi.

Saat ini, McDermott tengah mengerjakan dua proyek energi hijau berkapasitas 2 gigawatt (GW), yakni BalWin4 dan LanWin1. Kedua proyek diperkirakan membutuhkan sekitar 22 juta jam kerja selama proses konstruksi.

Baca Juga: Anindya Bakrie Tantang Kadin Kepri Garap Ekonomi Hijau dan Digital

Jason menambahkan, pembangunan kedua fasilitas tersebut sepenuhnya melibatkan kontraktor lokal Indonesia, termasuk perusahaan asal Batam.

"Seluruh pembangunan Cakrawala dan Nusantara menggunakan 100 persen tenaga kerja dan kontraktor lokal Indonesia," katanya.

Senior Vice President Low Carbon Solutions McDermott, Robert Shaul, mengatakan proyek tersebut juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Selama pembangunan dua fasilitas, hampir 4.000 tenaga kerja Indonesia terlibat dengan puncak kebutuhan mencapai sekitar 2.000 pekerja.

Cakrawala Building dan Nusantara Building milik PT McDermott Indonesia di Batam untuk mendukung proyek energi hijau dunia. Foto: Istimewa
Cakrawala Building dan Nusantara Building milik PT McDermott Indonesia di Batam untuk mendukung proyek energi hijau dunia. Foto: Istimewa

Selain membuka lapangan kerja, proyek tersebut turut menggerakkan sektor pendukung seperti perhotelan, transportasi, hingga jasa lainnya.

"Kami berharap proyek energi hijau seperti ini terus berlanjut sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Batam," ujarnya.

Baca Juga: SPMB Batam Membludak, Pendaftar SMA-SMK Negeri Tembus 31 Ribu Orang

Sementara itu, Project Director Large Project Offshore 2GW TenneT, Daniel Birkenstock, mengatakan Batam dipilih karena memiliki fasilitas fabrikasi yang mampu mengerjakan infrastruktur energi berukuran sangat besar.

"Bahkan di Eropa tidak banyak yard yang mampu membangun infrastruktur sebesar ini. Karena itu kami memilih bekerja sama dengan McDermott Batam," katanya.

Menurut Daniel, proyek BalWin4 ditargetkan beroperasi pada akhir 2029 hingga awal 2030, sedangkan LanWin1 menyusul sekitar satu tahun kemudian.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai proyek tersebut menjadi bukti Indonesia, khususnya Batam, mulai memainkan peran strategis dalam rantai pasok industri energi hijau dunia.

"Batam kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri manufaktur dan galangan kapal, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai pasok investasi green energy global," katanya.

Baca Juga: 11 Gedung Kopdes Merah Putih di Batam Rampung

Senada, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan investasi McDermott memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri berteknologi tinggi sekaligus membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal.

Ia menilai pengembangan pendidikan vokasi menjadi kunci agar sumber daya manusia di Kepri mampu memenuhi kebutuhan industri energi hijau yang terus berkembang. (*)

Editor : M Tahang
#Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy #HVDC global #PT McDermott Indonesia #McDermott Batam