Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pemko Batam Bangun Jalan Lingkar Selatan, Jadi Jalur Alternatif Sei Beduk-Nongsa

Muhammad Syaban • Kamis, 18 Juni 2026 | 23:32 WIB
Peta rencana jalan lingkar selatan
Peta rencana jalan lingkar selatan

batampos – Pemerintah Kota Batam mulai merealisasikan pembangunan Jalan Lingkar Selatan sebagai salah satu proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas utama kota.

Jalan sepanjang 9,94 kilometer tersebut akan menghubungkan kawasan Sei Beduk hingga Nongsa dan diproyeksikan menjadi jalur alternatif baru bagi masyarakat. Pada tahun 2026, pembangunan tahap awal dimulai dengan dukungan anggaran sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari APBD Kota Batam.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan merupakan bagian dari rencana besar pengembangan jaringan jalan lingkar di Batam yang mencakup Jalan Lingkar Selatan, Jalan Lingkar Tengah, dan Jalan Lingkar Utara.

“Angka Rp130,78 miliar yang sempat muncul masih merupakan estimasi awal kebutuhan pembangunan jalan lingkar secara keseluruhan. Perencanaan masih terus berjalan dan akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan setiap tahun,” kata Metra, Kamis (18/6).

Pembangunan Bertahap hingga 2029

Metra menjelaskan, alokasi anggaran Rp15 miliar pada tahun ini digunakan untuk pembangunan tahap awal Jalan Lingkar Selatan sepanjang lebih dari dua kilometer.

Sementara itu, pembangunan keseluruhan ruas akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian pada 2029.

Baca Juga:  Rupiah Melemah, UMKM Batam Tertekan Biaya Produksi tetapi Sektor Wisata Sebaliknya

“Tahun ini dimulai Jalan Lingkar Selatan dulu. Insya Allah tahun depan ruas lainnya mulai berjalan. Ada Jalan Lingkar Tengah dan Jalan Lingkar Utara yang total panjangnya sekitar belasan kilometer lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan bertahap dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta prioritas pembangunan infrastruktur lainnya.

Jadi Jalur Alternatif Hindari Kemacetan

Pemko Batam menilai Jalan Lingkar Selatan akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi beban lalu lintas yang selama ini terkonsentrasi di Jalan Ahmad Yani.

Metra menjelaskan, keberadaan jalan baru tersebut memungkinkan kendaraan dari Batuaji, Sagulung, maupun kawasan industri Muka Kuning menuju Kabil, Punggur, dan Nongsa tanpa harus melewati Batam Centre maupun Simpang Kepri Mall.

Sebagai alternatif, pengendara nantinya dapat menggunakan jalur melalui Muka Kuning, Jalan S. Parman, Sei Pancur hingga kawasan Bagan dan Sei Beduk.

“Misalnya orang dari Batuaji mau ke Nongsa atau Punggur tidak perlu lagi lewat Ahmad Yani atau depan Kepri Mall. Nanti ada jalur alternatif yang bisa digunakan,” katanya.

Konsep jalan lingkar ini dirancang untuk memecah konsentrasi kendaraan yang selama ini bergantung pada satu koridor utama. Dengan bertambahnya pilihan jalur, kemacetan pada jam sibuk diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

“Harapannya saat jam sibuk pagi dan sore, arus kendaraan bisa lebih terurai,” ujar Metra.

Sudah Melalui Kajian Lalu Lintas

Sebelum proyek dimulai, pemerintah telah melakukan kajian lalu lintas untuk memastikan kebutuhan pembangunan jalan lingkar tersebut.

Meski belum merinci proyeksi penurunan volume kendaraan, hasil kajian menunjukkan kebutuhan jalur alternatif semakin mendesak seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan di Kota Batam.

Baca Juga: Kadin Tanjungpinang Dorong Ada Kawasan Industri, Total 1.147 Hektare Tersebar

Saat ini, sebagian besar mobilitas masyarakat masih bergantung pada Jalan Ahmad Yani yang menjadi penghubung utama kawasan Batuaji, Sagulung, Batam Centre hingga Nongsa.

“Sudah ada kajian. Memang tujuan utamanya untuk mengurangi beban lalu lintas di jalan utama dan membuka akses baru,” kata Metra.

Buka Peluang Ekonomi Baru

Selain mengatasi kemacetan, Jalan Lingkar Selatan juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Batam yang selama ini belum berkembang secara optimal.

Aksesibilitas yang lebih baik diyakini akan menarik investasi baru sekaligus memacu pertumbuhan kawasan permukiman, perdagangan, jasa, dan industri di sepanjang koridor jalan tersebut.

Pemerintah juga berharap pembangunan jaringan jalan lingkar dapat menciptakan pemerataan pembangunan sehingga aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di Batam Centre.

Metra menegaskan proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mempersiapkan kapasitas infrastruktur Batam menghadapi pertumbuhan penduduk dan investasi yang terus meningkat.

“Batam terus berkembang. Kalau hanya mengandalkan jalan yang ada sekarang, suatu saat kapasitasnya tidak akan cukup. Karena itu kita siapkan jaringan jalan baru dari sekarang,” katanya.

Pemko Batam menargetkan Jalan Lingkar Selatan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas baru kota ketika seluruh jaringan jalan lingkar selesai dibangun pada 2029. (*)

Editor : Putut Ariyo
#infrastruktur Batam #Kemacetan Batam #Jalan Lingkar Selatan #Dinas Bina Marga #pemko batam