Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ombudsman Dorong Penambahan Autogate di Pelabuhan Batam Centre

Antara • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:31 WIB
Pimpinan Ombudsman RI Nuzran Joher (ketiga dari kiri) bersama Kanwil Imigrasi Kepri Guntur Hamonangan (keempat dari kiri) saat meninjau autogate di Pelabuhan Batam Centre di Batam, Kepri, Kamis (18/6/2026). ANTARA/Angiela
Pimpinan Ombudsman RI Nuzran Joher (ketiga dari kiri) bersama Kanwil Imigrasi Kepri Guntur Hamonangan (keempat dari kiri) saat meninjau autogate di Pelabuhan Batam Centre di Batam, Kepri, Kamis (18/6/2026). ANTARA/Angiela

batampos – Ombudsman Republik Indonesia menilai penambahan fasilitas autogate di Pelabuhan Internasional Batam Centre menjadi langkah penting untuk mengurangi kepadatan penumpang sekaligus meningkatkan kualitas layanan keimigrasian di salah satu pintu masuk internasional tersibuk di Indonesia.

Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher, mengatakan sistem autogate yang saat ini diterapkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau sudah berjalan dengan baik. Namun, jumlah perangkat yang tersedia dinilai perlu ditambah untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna di masa mendatang.

“Autogate sudah berjalan baik. Dari data yang diberikan Kanwil Imigrasi Kepri, saya rasa masih kurang banyak. Kita harapkan bisa ada penambahan alat. Secara teknologi sudah baik, tinggal penambahan kuantitas karena jumlah pengguna akan terus meningkat,” kata Nuzran saat kunjungan kerja di Batam, Kamis.

Penambahan Autogate Dinilai Mendesak

Menurut Nuzran, percepatan proses pemeriksaan keimigrasian harus dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan secara menyeluruh agar pelayanan publik dapat berjalan optimal.

Ia menilai kelancaran proses imigrasi tidak akan memberikan dampak maksimal apabila masih terjadi penumpukan penumpang di area pelabuhan.

“Tidak akan terjadi kepadatan karena sudah ada pencegahan di hulunya. Kalau di sana lancar, tetapi di sini padat, tetap mengganggu pelayanan masyarakat. Maka harus lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga: Kolaborasi Kedua Swarovski dan ’47 Hadirkan Topi MLB Bertabur Kristal Mewah

Selain faktor pemeriksaan keimigrasian, kepadatan penumpang juga dipengaruhi sinkronisasi layanan antara pengelola pelabuhan, operator kapal, dan instansi terkait lainnya.

Karena itu, Ombudsman mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun pola pelayanan yang lebih terintegrasi.

“Penumpukan kapal itu akan membuat kepadatan. Harus ada duduk bersama seluruh pihak agar tidak ada yang dikambinghitamkan. Bagaimana jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal diatur supaya antrean penumpang lebih terkendali dan kepadatan dapat dicegah,” katanya.

Pelabuhan Batam Centre Miliki 10 Autogate

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, menyebut Pelabuhan Internasional Batam Centre saat ini telah dilengkapi lima unit autogate untuk keberangkatan dan lima unit autogate untuk kedatangan.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong penerapan sistem autogate secara penuh di seluruh pelabuhan dan bandara internasional sebagai bagian dari modernisasi layanan keimigrasian nasional.

“Ini program kementerian dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Tahun 2027 diupayakan seluruh pelabuhan dan bandara menggunakan autogate. Kami terus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan agar program tersebut dapat berjalan penuh,” ujar Guntur.

Ia menjelaskan teknologi autogate memungkinkan proses pemeriksaan keimigrasian berlangsung lebih cepat karena menggunakan sistem biometrik, pemindaian wajah, dan pemindaian paspor yang dapat diselesaikan dalam waktu maksimal 20 detik per penumpang.

“Kalau autogate seluruhnya diterapkan, tidak ada lagi kontak fisik antara petugas dan penumpang. Selain lebih cepat, pelayanan juga menjadi lebih efisien,” katanya.

Meski demikian, Guntur menegaskan kebutuhan penambahan autogate harus dihitung berdasarkan volume penumpang, jumlah kapal, serta ritme kedatangan dan keberangkatan agar dapat mengantisipasi potensi kepadatan di masa depan.

Ombudsman Soroti Kepadatan Pelabuhan

Dalam kunjungan tersebut, Ombudsman juga menyoroti kondisi Pelabuhan Batam Centre yang dinilai mulai mengalami keterbatasan kapasitas akibat tingginya aktivitas penumpang.

“Pelabuhan Batam Centre ini ada catatan dari kami, rasanya cukup sempit. Pelabuhan ini padat, mungkin juga nanti saat akhir pekan karena terdapat UMKM di dalam kawasan pelabuhan,” ujar Nuzran.

Selain penambahan autogate, Ombudsman memberikan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di kawasan pelabuhan.

Salah satunya adalah penyediaan ruang konsultasi khusus bagi warga negara asing serta penguatan integrasi layanan lintas instansi, termasuk imigrasi, bea cukai, pengelola bandara, dan pelabuhan.

“Kami beri masukan kepada Kanwil Imigrasi agar ada ruang konsultasi khusus bagi warga negara asing, serta penguatan integrasi layanan lintas instansi seperti imigrasi, bea cukai, bandara, dan pelabuhan,” kata Nuzran.

Dengan peningkatan fasilitas dan koordinasi antarinstansi, pelayanan di Pelabuhan Internasional Batam Centre diharapkan semakin cepat, nyaman, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang internasional yang terus meningkat. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Pelabuhan Batam Centre #Ombudsman RI #autogate #batam #Imigrasi Kepri