Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jalan Lingkar Selatan Mulai Dibangun, Batuaji–Nongsa Tak Lagi Bergantung pada Jalur Ahmad Yani

Muhammad Syahban • Jumat, 19 Juni 2026 | 08:01 WIB
Ilustrasi Jalan Lingkar Selatan.
Ilustrasi Jalan Lingkar Selatan.

 

batampos – Pemerintah Kota Batam mulai merealisasikan pembangunan Jalan Lingkar Selatan, proyek infrastruktur strategis yang diproyeksikan menjadi jalur alternatif baru untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas utama Kota Batam.

Jalan sepanjang 9,94 kilometer tersebut akan menghubungkan kawasan Sei Beduk hingga Nongsa. Pada tahun 2026 ini, pembangunan tahap awal dimulai dengan dukungan anggaran sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari APBD Kota Batam.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan merupakan bagian dari rencana besar pengembangan jaringan jalan lingkar di Batam yang mencakup Jalan Lingkar Selatan, Jalan Lingkar Tengah, dan Jalan Lingkar Utara.

Menurutnya, angka kebutuhan anggaran sebesar Rp130,78 miliar yang sempat beredar masih merupakan estimasi awal dan belum mencerminkan nilai akhir keseluruhan proyek.

"Itu masih angka kasar untuk kebutuhan pembangunan jalan lingkar. Perencanaan masih terus berjalan dan akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan setiap tahun," ujar Metra, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, anggaran Rp15 miliar tahun ini difokuskan untuk pembangunan tahap awal sepanjang lebih dari dua kilometer. Sementara keseluruhan proyek akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada 2029.

"Tahun ini dimulai Jalan Lingkar Selatan dulu. Insya Allah tahun depan ruas lainnya mulai berjalan. Ada Jalan Lingkar Tengah dan Jalan Lingkar Utara yang total panjangnya sekitar belasan kilometer lagi," katanya.

Kurangi Ketergantungan pada Jalan Ahmad Yani

Pemko Batam menilai kehadiran Jalan Lingkar Selatan akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi beban lalu lintas yang selama ini terkonsentrasi di Jalan Ahmad Yani, koridor utama yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di kota tersebut.

Dengan adanya jalan baru ini, kendaraan dari Batuaji, Sagulung, maupun kawasan industri Muka Kuning yang menuju Kabil, Punggur, atau Nongsa tidak lagi harus melintasi kawasan Batam Center dan Simpang Kepri Mall.

Pengendara nantinya dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui Muka Kuning, Jalan S. Parman, Sei Pancur, Bagan, hingga Sei Beduk.

"Misalnya orang dari Batuaji mau ke Nongsa atau Punggur tidak perlu lagi lewat Ahmad Yani atau depan Kepri Mall. Nanti ada jalur alternatif yang bisa digunakan," jelas Metra.

Menurutnya, konsep jalan lingkar dirancang untuk memecah konsentrasi kendaraan yang selama ini bertumpu pada satu koridor utama sehingga kemacetan pada jam sibuk dapat berkurang.

"Harapannya saat jam sibuk pagi dan sore, arus kendaraan bisa lebih terurai," ujarnya.

Hasil Kajian Tunjukkan Kebutuhan Jalur Alternatif

Metra mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan telah melalui kajian lalu lintas yang menunjukkan kebutuhan akan jalur alternatif semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kendaraan di Batam.

Saat ini sebagian besar mobilitas masyarakat masih bergantung pada Jalan Ahmad Yani yang menghubungkan Batuaji, Sagulung, Batam Center, hingga Nongsa. Kondisi tersebut membuat sejumlah titik kerap mengalami kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

"Sudah ada kajian. Memang tujuan utamanya untuk mengurangi beban lalu lintas di jalan utama dan membuka akses baru," katanya.

Buka Peluang Ekonomi Baru di Selatan Batam

Selain berfungsi mengurai kemacetan, Jalan Lingkar Selatan juga diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Batam.

Aksesibilitas yang semakin baik diyakini akan mendorong perkembangan kawasan permukiman, perdagangan, jasa, hingga investasi baru di sepanjang koridor jalan tersebut.

Pemerintah berharap pembangunan jaringan jalan lingkar dapat menciptakan pemerataan pembangunan sehingga aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di Batam Center.

Metra menegaskan proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan kapasitas infrastruktur Batam menghadapi pertumbuhan penduduk dan investasi yang terus meningkat. (*)

"Batam terus berkembang. Kalau hanya mengandalkan jalan yang ada sekarang, suatu saat kapasitasnya tidak akan cukup. Karena itu kita siapkan jaringan jalan baru dari sekarang," tuturnya.

Pembangunan jalan lingkar akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Pemko Batam menargetkan Jalan Lingkar Selatan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas baru kota saat seluruh jaringan jalan lingkar selesai dibangun pada 2029.

Editor : Jamil Qasim
#Jalan Lingkar Selatan #Batuaji–Nongsa