batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengalokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk memperbaiki ruas Jalan S Parman yang menghubungkan Simpang Lampu Merah Panbil, Sei Beduk, hingga Piayu. Proyek perbaikan sepanjang sekitar 4,7 kilometer tersebut ditargetkan selesai pada November 2026 dan menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas menuju Jalan Lingkar Selatan Batam.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan pekerjaan yang dilakukan tidak hanya berupa penambalan lubang jalan, tetapi juga mencakup perbaikan menyeluruh melalui metode patching dan overlay sesuai tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan.
“Jadi tidak semuanya di-overlay. Yang lubangnya kecil dilakukan patching, sedangkan yang kerusakannya lebih besar dan memanjang dilakukan overlay. Tujuannya supaya jalan kembali mulus,” ujar Metra kepada Batam Pos, Minggu (21/6).
Menurutnya, metode perbaikan dipilih berdasarkan kondisi eksisting jalan agar hasil pekerjaan lebih efektif dan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Baca Juga: BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Ekonom Minta Bank Indonesia Tahan Kenaikan Bunga Acuan
Jalan S Parman merupakan salah satu koridor utama yang menghubungkan kawasan industri Muka Kuning, Sei Beduk, hingga Piayu. Setiap hari, ruas jalan tersebut dilintasi ribuan kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan operasional industri yang menuju kawasan manufaktur di Batam.
Karena tingginya volume lalu lintas, pekerjaan perbaikan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat secara keseluruhan.
Metra menegaskan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada November mendatang.
“Sekitar bulan 11 selesai semua. Perbaikannya cukup menyeluruh sehingga kualitas jalannya bisa lebih baik dibanding sebelumnya,” katanya.
Terintegrasi dengan Jalan Lingkar Selatan
Selain memperbaiki kondisi jalan yang rusak, proyek tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung pembangunan Jalan Lingkar Selatan yang saat ini mulai direalisasikan Pemko Batam.
Metra menjelaskan Jalan S Parman nantinya akan menjadi salah satu akses penghubung menuju jalan lingkar yang dirancang sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Jalan Ahmad Yani.
Jalan Lingkar Selatan diproyeksikan menghubungkan kawasan Sei Beduk hingga Nongsa tanpa harus melewati koridor utama Batam Center dan kawasan Kepri Mall yang selama ini menjadi titik kemacetan.
“Koneksi ke jalan lingkar nanti melalui jalur S Parman ini. Jadi ke depan masyarakat punya alternatif perjalanan selain lewat Ahmad Yani,” ujarnya.
Pemko Batam saat ini telah memulai pembangunan tahap awal Jalan Lingkar Selatan sepanjang hampir 10 kilometer yang menghubungkan Sei Beduk dan Nongsa. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengantisipasi pertumbuhan kendaraan dan kepadatan lalu lintas di Batam.
Warga Harap Perbaikan Lebih Berkualitas
Meski menyambut baik dimulainya proyek perbaikan, sejumlah warga berharap pekerjaan kali ini mampu memberikan hasil yang lebih tahan lama dibandingkan perbaikan sebelumnya.
Ranggi, warga Sei Beduk, mengatakan kondisi Jalan S Parman dalam beberapa tahun terakhir kerap dipenuhi lubang dan permukaan jalan yang bergelombang. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara, terutama saat hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.
Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Negosiasi Nuklir dengan AS Terancam Mandek
Menurutnya, ruas jalan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki, namun kerusakan kembali muncul dalam waktu relatif singkat.
“Selama ini perbaikannya hanya ditambal. Hasilnya bergelombang dan tidak bertahan lama sehingga cepat rusak lagi,” katanya.
Ia berharap proyek yang tengah berjalan tidak hanya memperbaiki permukaan jalan secara sementara, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi agar usia layanan jalan lebih panjang.
“Harapan kami perbaikannya benar-benar maksimal, bukan sekadar tambal sulam. Jalan ini setiap hari ramai dilalui kendaraan sehingga kualitas pekerjaannya harus diperhatikan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga kerap disampaikan pengguna jalan lainnya. Selain mengurangi kenyamanan berkendara, kerusakan jalan di koridor S Parman dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang mendominasi arus kendaraan harian di kawasan tersebut.
Melalui anggaran Rp15 miliar yang dialokasikan tahun ini, Pemko Batam berharap kondisi Jalan S Parman dapat kembali optimal dalam mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta menjadi bagian penting dari jaringan jalan alternatif yang tengah dipersiapkan untuk mengantisipasi pertumbuhan lalu lintas Batam pada masa mendatang. (*)
Editor : Putut Ariyo