Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BP Batam Gandeng BRIN Perkuat Ketahanan Air dan Kembangkan Batam Science and Technology Park

Abdul Azis Maulana • Minggu, 21 Juni 2026 | 20:40 WIB
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6), lalu.  F. BP Batam
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6), lalu. F. BP Batam

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat upaya menjaga ketahanan sumber daya air sekaligus mendorong pengembangan industri berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6).

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Batam di masa depan, terutama terkait ketahanan sumber daya air yang menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat maupun dunia usaha.

Menurutnya, Batam sebagai kawasan industri dan investasi yang terus berkembang membutuhkan dukungan riset dan inovasi agar pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  10 Alasan Gen Z Semakin Skeptis terhadap AI

“Batam tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam,” ujar Sudirman.

Ia menegaskan bahwa tantangan penyediaan air bersih akan semakin besar seiring meningkatnya jumlah penduduk, pertumbuhan industri, serta kebutuhan investasi yang terus berkembang di Batam.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian, menjelaskan ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan di Batam.

Beberapa fokus utama kerja sama tersebut meliputi pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi ekonomi sirkular, industri maritim berkelanjutan, hingga pengembangan industri hijau.

“Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam. Berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri,” katanya.

Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menambahkan kerja sama ini melibatkan tujuh kegiatan riset yang berasal dari lima pusat riset BRIN serta didukung tiga unit teknis di lingkungan BP Batam.

Menurutnya, sebanyak 10 aktivitas dari enam topik utama telah disusun dalam peta jalan kolaborasi yang akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun ke depan.

“Seluruh aktivitas dirancang agar hasil riset tidak berhenti pada kajian akademis, tetapi dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung pengembangan kawasan Batam,” ujarnya.

Asep menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat peran riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan kawasan strategis nasional.

Di sisi lain, Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama dengan BP Batam merupakan langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dan kebutuhan dunia industri atau yang dikenal sebagai valley of death.

Baca Juga: Diskum Batam Latih UMKM Buat Souvenir Khas Kepri

Menurutnya, BRIN berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengidentifikasi berbagai persoalan pembangunan sekaligus menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan membantu mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi. Riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam,” kata Arif.

Melalui sinergi tersebut, BP Batam optimistis pemanfaatan hasil riset dan inovasi dapat menghadirkan solusi konkret untuk memperkuat ketahanan sumber daya air, mempercepat transformasi industri yang lebih ramah lingkungan, serta meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan investasi dan industri berkelas internasional. (*)

Selain itu, pengembangan Batam Science and Technology Park diharapkan menjadi pusat inovasi yang mampu mempertemukan dunia riset, industri, dan investasi dalam satu ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Batam dan Kepulauan Riau. (*)

Editor : Putut Ariyo
#BRIN #Ketahanan Air Batam #Batam Science and Technology Park #Industri Hijau #bp batam