Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kapolda Kepri: Kesampingkan Ego Sektoral, Jaga Keamanan demi Kepercayaan Investor

Yashinta • Selasa, 23 Juni 2026 | 05:21 WIB
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin memimpin upacara persiapan Operasi Ketupat Seligi 2025.
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin memimpin upacara.

batampos – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan faktor penting dalam menjaga iklim investasi di Kepri. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta mengesampingkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Hal tersebut disampaikan Asep saat memimpin Apel Sabuk Kamtibmas yang digelar di Mapolda Kepri, Senin (22/6).

Menurutnya, Kepulauan Riau sebagai daerah yang mengandalkan sektor investasi tidak boleh kehilangan kepercayaan investor akibat terganggunya stabilitas keamanan. Jika situasi kamtibmas memburuk, investor berpotensi mengalihkan investasinya ke daerah lain yang dianggap lebih aman dan kondusif.

“Kalau situasi keamanan tidak terjaga, investor tentu akan berpikir ulang untuk menanamkan modalnya di Kepri. Karena itu, keamanan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Asep menegaskan, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan daerah. Dibutuhkan sinergi dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri atau mengedepankan ego sektoral. Kita harus bahu-membahu, bekerja sama, dan berkolaborasi dalam satu ikatan Sabuk Kamtibmas, yakni Satu Ikatan Kamtibmas,” tegasnya.

Hadapi Tantangan Kamtibmas Bersama

Kapolda juga mengajak pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, bersama TNI dan seluruh instansi terkait, untuk memiliki visi yang sama dalam menghadapi berbagai tantangan kamtibmas.

Menurutnya, potensi gangguan keamanan akan selalu ada, sehingga diperlukan langkah antisipatif yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Dengan kebersamaan dan koordinasi yang baik, setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” katanya.

Waspadai Ancaman di Media Sosial

Selain tantangan keamanan di dunia nyata, Asep juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menilai ruang digital saat ini menjadi salah satu sumber potensi konflik apabila digunakan tanpa tanggung jawab.

Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari pembuatan konten yang dapat memicu perpecahan.

“Dalam situasi seperti ini, semua butuh ketenangan dan kedamaian. Jangan latah melihat satu berita yang belum tentu kebenarannya, langsung dikirim dan disebarkan ke mana-mana. Hati-hati,” pesannya.

Asep juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks, fitnah, maupun konten yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat berujung pada proses hukum melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Sudah banyak masyarakat yang harus berhadapan dengan hukum karena tidak bijak menggunakan media sosial. Karena itu, biasakan menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain,” ujarnya.

Simbol Sinergi Menjaga Keamanan

Apel Sabuk Kamtibmas tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari dai kamtibmas, pendeta kamtibmas, serikat pekerja, komunitas ojek online (ojol), anggota Pramuka, personel satuan pengamanan (satpam), hingga masyarakat sekitar Mapolda Kepri.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga keamanan serta mendukung iklim investasi yang sehat di Kepulauan Riau. (*)

Editor : Jamil Qasim
#stabilitas keamanan #Kepercayaan Investor