Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kemenag Batam Minta Pengurus Masjid Benahi Pembagian Nasi Berkat, Hindari Aksi Rebutan

Muhammad Syaban • Jumat, 26 Juni 2026 | 20:30 WIB
Jemaah, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, antre nasi kotak usai salat Jumat di Masjid Agung Raja Hamidah, Jumat (26/6). Momen pembagian sedekah itu memicu kerumunan hingga sebagian nasi kotak ada yang terjatuh. Foto: M. Sya
Jemaah, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, antre nasi kotak usai salat Jumat di Masjid Agung Raja Hamidah, Jumat (26/6). Momen pembagian sedekah itu memicu kerumunan hingga sebagian nasi kotak ada yang terjatuh. Foto: M. Sya'ban/Batam Pos

batampos – Tradisi pembagian nasi berkat atau Jumat Berkah usai salat Jumat masih menjadi agenda rutin di sejumlah masjid di Kota Batam. Namun, praktik pembagian makanan tersebut masih diwarnai kerumunan dan aksi saling berebut yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jemaah sekaligus mengurangi makna sedekah.

Pemandangan itu terlihat di Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Centre, Jumat (26/6). Sesaat setelah salat Jumat berakhir, ratusan jemaah langsung menuju lokasi pembagian nasi kotak. Anak-anak hingga orang dewasa tampak berdesakan untuk mendapatkan makanan.

Antrean tidak terbentuk dengan baik. Sejumlah anak sempat terjepit di tengah kerumunan, bahkan beberapa nasi kotak terjatuh akibat saling dorong saat proses pembagian berlangsung.

Baca Juga: BGN Mulai Seleksi Ulang Penerima MBG, Sekolah Elite Dievaluasi

Kondisi tersebut mendapat perhatian Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, H. Budi Dermawan. Menurutnya, sedekah merupakan ibadah yang mengajarkan kepedulian, kasih sayang, dan ketertiban sehingga pelaksanaannya tidak semestinya diwarnai aksi berebut.

"Sedekah adalah ibadah yang bertujuan menumbuhkan kasih sayang dan persaudaraan. Jika pembagiannya sampai menimbulkan saling dorong atau berebut, maka hal itu tidak sejalan dengan semangat ketertiban dan akhlak yang diajarkan Islam," ujarnya.

Budi menegaskan, pembagian makanan secara tertib juga merupakan bagian dari nilai-nilai Islam. Karena itu, jika pelaksanaannya memicu keributan atau membahayakan jemaah, terutama anak-anak, mekanisme pembagian perlu dievaluasi.

"Jika terjadi keributan, saling berebut, atau membahayakan orang lain, maka cara pelaksanaannya perlu diperbaiki agar lebih sesuai dengan adab Islam," katanya.

Ia menjelaskan, Kemenag selama ini terus mengingatkan agar seluruh kegiatan di lingkungan masjid berlangsung tertib, aman, dan mengutamakan kenyamanan jemaah. Meski belum ada aturan nasional yang secara khusus mengatur teknis pembagian nasi berkat, pengurus masjid dinilai dapat menerapkan berbagai mekanisme sederhana untuk mencegah kerumunan.

Baca Juga: AHM Luncurkan New Honda Vario Evo 160, Skutik Sporti dengan Mesin Lebih Bertenaga dan Fitur Baru

Beberapa alternatif yang dapat diterapkan antara lain sistem antrean, pembagian kupon, maupun penyaluran makanan secara langsung oleh panitia kepada jemaah.

"Tanggung jawab pelaksanaan berada di tangan pengurus masjid dan panitia kegiatan. Sementara jemaah juga memiliki kewajiban menjaga ketertiban dan menghormati hak orang lain," ujarnya.

Budi juga mengimbau para donatur dan pengurus masjid agar merancang proses pembagian sedekah secara lebih baik, termasuk menyiapkan jumlah petugas yang memadai untuk mengatur arus penerima.

Menurutnya, keberkahan sedekah tidak hanya terletak pada makanan yang diterima, tetapi juga pada adab saat menerima.

"Terimalah sedekah dengan penuh syukur, sabar, dan tertib. Jangan saling berebut atau menyakiti orang lain. Rasulullah mengajarkan akhlak yang mulia dalam setiap keadaan. Keberkahan sedekah tidak hanya terletak pada makanan yang diterima, tetapi juga pada cara kita menjaga adab, menghormati sesama, dan menciptakan suasana yang damai," tuturnya.

Baca Juga: Bea Cukai Batam Gagalkan 554 Pelanggaran, Penerimaan Negara Tembus Rp474,86 Miliar

Fenomena rebutan nasi berkat menjadi pengingat bahwa tradisi berbagi yang telah lama hidup di tengah masyarakat perlu diimbangi dengan tata kelola yang lebih baik. Dengan mekanisme pembagian yang tertib, tujuan sedekah untuk menghadirkan keberkahan, mempererat persaudaraan, dan membantu sesama dapat tercapai tanpa menimbulkan kerumunan maupun risiko keselamatan bagi jemaah. (*)

Editor : M Tahang
#Jumat Berkah #Sedekah #kemenag batam