batampos – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam kembali menunjukkan pemanfaatan dana zakat yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebanyak 100 anak dari keluarga duafa mengikuti khitanan massal gratis dalam rangkaian Gebyar Muharram yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sei Beduk, Minggu (28/6).
Sejak pagi, peserta bersama orang tua memadati lokasi kegiatan. Meski sebagian anak tampak gugup menunggu giliran, suasana berubah ceria setelah mereka menyelesaikan proses khitan yang ditangani tenaga medis dari Klinik Rumah Sehat BAZNAS Kota Batam.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Batam, Masrum, mengatakan seluruh peserta merupakan anak-anak dari keluarga yang berhak menerima zakat (asnaf). Karena itu, seluruh biaya tindakan medis, obat-obatan, hingga pelayanan kesehatan ditanggung penuh oleh BAZNAS.
Baca Juga: 32 Ibu Hamil Ikut Latsarmil, Satu Peserta Melahirkan Saat Pendidikan Berlangsung
"Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan layanan khitan yang aman dan berkualitas tanpa dipungut biaya. Untuk setiap peserta, anggaran yang disiapkan berkisar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu," ujarnya.
Menurut Masrum, program khitanan massal merupakan salah satu bentuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dana yang dihimpun dari para muzaki tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diwujudkan melalui layanan kesehatan dan program pemberdayaan.
Ia menjelaskan, BAZNAS Kota Batam menjalankan lima program utama dalam pendistribusian zakat, yakni Batam Takwa, Batam Cerdas, Batam Sehat, Batam Makmur, dan Batam Peduli.
Program Batam Takwa difokuskan pada penguatan syiar Islam, pembinaan umat, serta pemberdayaan dai di wilayah hinterland. Sementara Batam Cerdas memberikan bantuan biaya pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga: Puluhan Anak di Bintan Ikut Sunatan Massal Gratis, RSJKO EHD Pastikan Pemantauan Pascaoperasi
Melalui program Batam Sehat, BAZNAS membantu masyarakat yang membutuhkan biaya pengobatan, kepesertaan BPJS, hingga bantuan transportasi dan akomodasi bagi pasien rujukan ke luar daerah maupun luar negeri.
Adapun Batam Makmur diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi mustahik melalui bantuan modal usaha, sedangkan Batam Peduli berfokus pada bantuan kemanusiaan, penanganan bencana, dan bantuan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Harapan kami, zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial lainnya," kata Masrum.
Khitanan massal tersebut menjadi salah satu agenda Gebyar Muharram BKMT Kecamatan Sei Beduk yang dipimpin Ketua BKMT Sei Beduk, Syarifah Normawati. Kegiatan juga dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura bersama Ketua Pengurus Wilayah Wanita Islam Kepri, Nenny Dwiyana Nyanyang.
Baca Juga: Ancaman Kabut Asap Meningkat, Singapura Siaga Hadapi Haze Kiriman dari Indonesia pada 2026
Selain khitanan massal, Gebyar Muharram diisi dengan pawai, lomba selawat, lomba khutbah Jumat, dan penyerahan santunan kepada anak yatim.
Masrum berharap kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak warga yang merasakan manfaat zakat.
"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga. Karena itu, seluruh pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat," tutupnya. (*)
Editor : M Tahang