Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

800 Petugas Sensus Ekonomi Mulai Sisir Batam, Target Data 400 Ribu Keluarga dan Pelaku Usaha

Jamil Qasim • Senin, 29 Juni 2026 | 06:01 WIB
Petugas BPS Batam melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara door-to-door kepada pelaku usaha dan masyarakat. Foto: Istimewa
Petugas BPS Batam melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara door-to-door kepada pelaku usaha dan masyarakat. Foto: Istimewa
 

batampos– Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mulai mengerahkan lebih dari 800 petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pendataan dilakukan secara langsung dari pintu ke pintu (door-to-door) guna mendata pelaku usaha beserta aktivitas ekonominya di seluruh wilayah Kota Batam.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

"Insyaallah kegiatan pendataan berlangsung sampai Agustus. Seluruh petugas sudah mulai turun ke lapangan untuk mendata setiap bangunan usaha di Batam," ujar Eko, Minggu (28/6).

BPS Batam menargetkan pendataan terhadap lebih dari 400 ribu keluarga dan pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar.

Petugas Dibekali Identitas Resmi

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, seluruh petugas sensus dibekali surat tugas resmi, kartu identitas (name tag), rompi khusus, serta peta wilayah kerja.

"Petugas SE 2026 dibekali surat tugas, name tag, peta, dan rompi khusus agar masyarakat yakin terhadap legalitas petugas BPS," katanya.

Eko mengakui pelaksanaan sensus di Batam memiliki sejumlah tantangan. Selain tingginya jumlah pelaku usaha yang harus didata, masih diperlukan sosialisasi yang lebih luas agar masyarakat memahami pentingnya Sensus Ekonomi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Dengan aktivitas ekonomi Batam yang sangat dinamis, petugas dituntut memastikan seluruh unit usaha dapat terdata secara akurat dan menyeluruh.

Data Dijamin Rahasia

BPS juga mengajak pemerintah daerah, perangkat RT/RW, instansi terkait, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Eko berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menerima kedatangan petugas serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi usaha yang dijalankan.

Ia menegaskan, data yang dikumpulkan tidak berkaitan dengan perpajakan dan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Sensus Ekonomi tidak ada kaitannya dengan pajak. Data yang diberikan responden tidak akan dipublikasikan secara individu, melainkan hanya disajikan dalam bentuk data agregat untuk kepentingan statistik," tegasnya.

Koordinasi dengan pengurus RT dan RW juga terus dilakukan untuk mempermudah proses pendataan, mengingat petugas harus menyisir setiap bangunan guna memastikan ada atau tidaknya aktivitas usaha.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai jumlah, karakteristik, jenis, serta persebaran usaha di Kota Batam. Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, mulai dari pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga penyaluran bantuan usaha yang lebih tepat sasaran.

BPS kembali mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus dan memberikan data yang akurat. Seluruh informasi yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik nasional. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Keluarga dan Pelaku Usaha #Sensus Ekonomi 2026