Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tekan Peredaran Ponsel Ilegal, Lapas Batam Luncurkan Aplikasi SI OMEGA

Yofie Yuhendri • Selasa, 30 Juni 2026 | 06:01 WIB
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Batam, Andre Silalahi melakukan pemeriksaan ponsel petugas. F.Andre untuk Batam Pos
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Batam, Andre Silalahi melakukan pemeriksaan ponsel petugas. F.Andre untuk Batam Pos 

batampos – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam terus memperkuat transformasi digital dengan meluncurkan SI OMEGA (Sistem Optimalisasi Monitoring Evaluasi Garda Aman). Inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan sistem pengamanan sekaligus memperkuat tertib administrasi pengelolaan perangkat komunikasi milik petugas.

Melalui aplikasi tersebut, seluruh data telepon seluler petugas didokumentasikan secara terintegrasi. Sistem mencatat identitas pengguna, merek dan tipe perangkat, nomor IMEI, hingga informasi pendukung lainnya sehingga memudahkan proses pengawasan serta pengelolaan administrasi.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Batam, Andre Silalahi, mengatakan digitalisasi pendataan perangkat komunikasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat fungsi pengamanan sekaligus mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

"Melalui aplikasi ini, data perangkat seperti identitas pengguna, merek dan tipe perangkat, nomor IMEI, serta informasi pendukung lainnya dapat terdokumentasi secara akurat, aman, dan mudah diakses untuk kepentingan pengawasan maupun administrasi," ujar Andre.

Menurutnya, SI OMEGA juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung komitmen Lapas Batam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari penggunaan telepon seluler ilegal. Dengan seluruh perangkat milik petugas telah terdata, proses identifikasi perangkat resmi menjadi lebih cepat dan akurat sehingga penggunaan ponsel yang tidak terdaftar dapat diminimalkan.

"Dengan pendataan seluruh perangkat handphone milik petugas, proses identifikasi perangkat resmi menjadi lebih mudah sehingga dapat meminimalkan penggunaan handphone ilegal maupun perangkat yang tidak terdaftar di lingkungan Lapas Batam," katanya.

Andre menjelaskan, penerapan SI OMEGA tidak hanya memperkuat aspek keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan di lingkungan Lapas Batam. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan disiplin administrasi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan internal organisasi.

Ia optimistis inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi contoh pemanfaatan teknologi dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang modern, profesional, adaptif, dan berintegritas.

"Perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Inovasi sederhana yang mampu menjawab kebutuhan organisasi dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja, penguatan pengamanan, serta kualitas tata kelola di lingkungan pemasyarakatan," tutup Andre. (*)

Editor : Jamil Qasim
#SI OMEGA #lapas