batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi melepas 231 anggota kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Kepulauan Riau di Kabupaten Karimun pada 2–8 Juli 2026. Batam menargetkan kembali meraih gelar juara umum untuk kesembilan kalinya.
Kontingen terdiri dari 171 atlet pelajar, 18 pelatih, 10 manajer cabang olahraga, dan 14 ofisial kota. Seluruh kebutuhan kontingen didukung anggaran sekitar Rp823 juta yang bersumber dari APBD Kota Batam.
Pelepasan kontingen berlangsung di lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Selasa (30/6), dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kota Batam, pelatih, ofisial, serta para atlet.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meminta para atlet bertanding dengan semangat, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas karena membawa nama baik Kota Batam di tingkat provinsi.
"Kalian adalah duta olahraga sekaligus duta karakter Kota Batam. Bertandinglah dengan penuh semangat, disiplin, dan sportivitas. Jangan pernah takut menghadapi lawan," kata Li Claudia.
Sebagai bentuk motivasi, Li Claudia juga menjanjikan bonus tambahan bagi atlet yang berhasil meraih prestasi pada ajang tersebut.
"Nanti yang juara ibu mau tambahin hadiahnya. Jadi kalau kalian bertanding, selalu ingat wajah ibu. Ibu sudah janji mau kasih hadiah. Tetap semangat dan bawa pulang sebanyak-banyaknya prestasi untuk Kota Batam," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Batam, Zulkarnain, mengatakan Batam kembali membidik gelar juara umum setelah sebelumnya mendominasi ajang POPDA tingkat provinsi.
"Insyaallah kalau tahun ini kita kembali menjadi juara umum, berarti ini gelar juara umum yang kesembilan bagi Kota Batam," katanya.
Menurut Zulkarnain, Batam mengikuti seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan pada POPDA X Kepri. Para atlet yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi ketat selama sekitar tiga bulan di berbagai sekolah di Kota Batam.
"Mereka adalah putra-putri terbaik Kota Batam yang lolos dari proses seleksi dan dipercaya mewakili Batam di POPDA Kepri tahun ini," ujarnya.
Ia menjelaskan anggaran sekitar Rp823 juta digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan kontingen, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, penginapan, perlengkapan pertandingan, hingga seragam dan kebutuhan operasional selama berada di Karimun.
"Semua kebutuhan atlet sudah ditanggung pemerintah. Mulai dari makan dan minum, penginapan, seragam, jersey, jaket, topi, hingga perlengkapan lainnya," katanya.
Zulkarnain menambahkan, dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batam menjadi modal penting dalam mempertahankan dominasi olahraga pelajar di Kepulauan Riau.
"Kami mendapat dukungan penuh dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan wajib kami ikuti karena Batam memang menjadi barometer olahraga di Kepulauan Riau," ujarnya.
Ia optimistis para atlet mampu mempertahankan tradisi prestasi Batam sekaligus menjadi bibit atlet yang dipersiapkan untuk mewakili Kepulauan Riau pada ajang tingkat nasional.
"Kami berharap seluruh atlet tetap kompak, menjaga sportivitas, dan berjuang maksimal untuk merebut kembali gelar juara umum yang kesembilan," tutupnya. (*)
Editor : Jamil Qasim