batampos – Gelombang investasi data center senilai sekitar Rp120 triliun yang masuk ke Batam diyakini akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan. Namun, manfaat investasi tersebut dinilai baru akan optimal jika diikuti kesiapan sumber daya manusia (SDM), keterlibatan pelaku usaha lokal, serta dukungan infrastruktur yang memadai.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Rafki, mengatakan nilai investasi yang sangat besar akan memperkuat kontribusi sektor investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.
Baca Juga: REI Batam: Penjualan Rumah Naik 3 Persen pada Semester I 2026
"Rp120 triliun itu sudah sangat besar. Ini akan menggerakkan ekonomi Batam. Pertumbuhan ekonomi Batam tahun ini dan tahun depan tentu akan meningkat karena salah satu variabel pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Ketika investasi tinggi, maka pertumbuhan ekonomi juga akan tinggi," ujarnya kepada Batam Pos, Jumat (10/7).
Menurut Rafki, masuknya perusahaan teknologi global, termasuk Nvidia melalui proyek data center di Batam, juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan investor internasional.
"Mereka tidak hanya membawa modal, tetapi juga membawa nama besar. Ini akan membuat investasi Batam lebih baik lagi," katanya.
Meski demikian, Rafki mengakui industri data center memiliki karakter berbeda dengan industri manufaktur. Sektor ini lebih bersifat padat modal sehingga jumlah tenaga kerja yang diserap secara langsung relatif terbatas.
Namun, menurutnya, manfaat ekonomi tetap akan dirasakan melalui terbentuknya ekosistem industri pendukung yang melibatkan perusahaan lokal.
Baca Juga: Direct Call Batam Makin Ramai, BTP Pangkas Waktu Pengiriman dan Biaya Logistik ke Asia
"Hanya saja data center ini akan membentuk ekosistem sendiri. Mereka akan melibatkan perusahaan lokal untuk proyek tertentu, yang kemudian perusahaan lokal inilah yang merekrut tenaga kerja baru. Jadi lapangan pekerjaan tetap terbuka," jelasnya.
Ia menambahkan, manfaat investasi data center tidak hanya diukur dari jumlah pekerja yang direkrut operator pusat data, tetapi juga dari peluang usaha yang tercipta bagi kontraktor, penyedia jasa, hingga vendor lokal.
"Sudah ada perusahaan lokal yang terlibat di sana," ujarnya.
Selain sektor konstruksi, Rafki menilai industri teknologi informasi akan menjadi sektor yang paling merasakan dampak positif dari berkembangnya data center di Batam.
"Semua sektor bisa diuntungkan, tetapi yang jelas bidang IT dan teknologi informasi akan sangat berkembang dengan adanya data center di Batam," katanya.
Baca Juga: SMPN 12 Batam Tetap Tampung 405 Siswa
Rafki optimistis kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi karena Batam memiliki berbagai institusi pendidikan dan pelatihan yang relevan, seperti Politeknik Negeri Batam, sekolah menengah kejuruan (SMK), serta balai latihan kerja pemerintah maupun swasta.
"Banyak kampus yang terlibat, terutama Politeknik Negeri Batam. Ada juga SMK, balai latihan kerja pemerintah maupun swasta. Semua ini akan siap menjawab kebutuhan tenaga kerja di data center. Jadi kita tidak perlu khawatir karena penyediaan SDM kita sudah siap," ujarnya.
Meski prospeknya menjanjikan, Rafki mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga iklim investasi melalui kepastian hukum, kemudahan berusaha, serta berperan sebagai regulator yang adil.
"Pemerintah menjadi penengah, regulator, tidak menjadi pemain," tegasnya.
Ia juga mengajak pelaku usaha lokal terus meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme agar mampu bersaing menjadi mitra perusahaan-perusahaan global.
Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai kebutuhan listrik dan air yang tinggi untuk operasional data center, Rafki menilai persoalan tersebut telah diperhitungkan sejak tahap perencanaan investasi.
"Jadi soal kekhawatiran air dan listrik itu sudah diperhitungkan sejak awal. Terbukti PLN Batam sekarang sudah membangun pembangkit untuk menambah daya. Batam juga menambah kapasitas penyediaan air untuk mendukung kebutuhan data center. Jadi tidak perlu khawatir terhadap air dan listrik," katanya.
Meski demikian, sejumlah kalangan mengingatkan keberhasilan Batam menjadi pusat data digital tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi yang masuk. Pemerintah juga dituntut memastikan manfaat ekonomi dirasakan lebih luas melalui peningkatan kualitas SDM, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta terjaminnya pelayanan dasar, termasuk pasokan air bersih dan listrik bagi masyarakat. (*)
Editor : Jamil Qasim