Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

862 Calon Murid Batam Belum Dapat Sekolah, Disdik Kepri Tambah Kuota di Sejumlah SMK

Eusebius Sara • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:31 WIB
Sejumlah orang tua calon siswa mendatangi SMKN 2 Batam untuk mendapatkan informasi pendaftaran SPMB yang sempat mengalami kendala saat  melakukan pendaftaran, Kamis (11/6). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah orang tua calon siswa mendatangi SMKN 2 Batam untuk mendapatkan informasi pendaftaran SPMB yang sempat mengalami kendala saat melakukan pendaftaran, Kamis (11/6). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengambil langkah cepat untuk mengatasi masih adanya 862 calon murid di Kota Batam yang belum memperoleh sekolah setelah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 Tahap II.

Melalui rapat pleno penetapan SPMB yang digelar di Aula SMAN 3 Batam, Jumat (10/7), Disdik Kepri memutuskan menambah kuota di sejumlah SMK negeri yang mengalami kelebihan peminat, sekaligus mengoptimalkan sekolah yang masih memiliki daya tampung.

Baca Juga: Mulai dari Penganiayaan hingga Pencabulan, Ini Deretan Kasus Kekerasan terhadap Anak di Batam

Rapat pleno dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung bersama Tim SPMB dan dihadiri perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Ombudsman RI Perwakilan Kepri, Inspektorat Daerah, Polda Kepri, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Batam, serta kepala SMA dan SMK di Batam maupun Tanjungpinang.

Berdasarkan hasil rapat, terdapat empat SMK negeri di Batam yang mengalami kelebihan pendaftar pada Tahap II. Rinciannya, SMKN 6 Batam kelebihan 67 pendaftar, SMKN 8 Batam sebanyak 149 pendaftar, SMKN 10 Batam sebanyak 29 pendaftar, dan SMKN 11 Batam sebanyak 313 pendaftar. Total kelebihan peminat di empat sekolah tersebut mencapai 558 calon murid.

Di sisi lain, evaluasi Disdik menunjukkan masih terdapat 862 calon murid yang belum tersalurkan. Sementara daya tampung yang masih tersedia di seluruh SMK negeri di Batam hanya 262 kursi, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 600 kursi yang harus segera diatasi.

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Disdik Kepri memutuskan menambah kuota di empat SMK yang mengalami kelebihan peminat sesuai jumlah pendaftar. Penambahan meliputi 67 kursi di SMKN 6, 149 kursi di SMKN 8, 29 kursi di SMKN 10, dan 313 kursi di SMKN 11 Batam.

Selain itu, calon murid yang belum memperoleh sekolah diarahkan mendaftar secara langsung (offline) ke SMK negeri yang masih memiliki daya tampung. Sekolah yang masih membuka penerimaan antara lain SMKN 2 Batam, SMKN 9 Batam, SMKN 12 Batam, SMKN 13 Batam, SMKN 14 Batam, SMKN 15 Batam, dan SMKN 16 Batam.

Baca Juga: 40 PNS Bintan Dilantik, Bupati Ingatkan Pegawai Jangan Langsung Minta Pindah Tugas

Sebagai langkah lanjutan, Disdik Kepri juga mengusulkan penambahan daya tampung hingga 880 kursi di sejumlah SMK negeri. Salah satu penambahan terbesar direncanakan di SMKN 16 Batam, yang kapasitasnya diusulkan meningkat dari 320 menjadi 560 siswa. Penambahan juga akan dilakukan di sekolah lain yang dinilai masih memungkinkan menerima peserta didik tambahan.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Wilayah Batam, Kasdianto, sebelumnya menegaskan bahwa secara keseluruhan jumlah lulusan SMP di Batam sebenarnya telah seimbang dengan Rencana Daya Tampung (RDT) SMA dan SMK negeri.

Menurutnya, persoalan yang terjadi lebih disebabkan tingginya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah favorit.

"Jumlah RDT dengan jumlah tamatan SMP sebenarnya sudah imbang. Yang menjadi persoalan adalah banyak orang tua yang tetap menginginkan anaknya masuk ke sekolah tertentu, misalnya harus ke SMKN 1 atau SMAN 1, padahal kuotanya sudah penuh," ujarnya.

Kasdianto berharap masyarakat dapat menerima kebijakan pemerataan peserta didik ke sekolah negeri lain yang masih memiliki kuota. Ia menegaskan seluruh SMA dan SMK negeri di Batam telah memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.

Disdik Kepri juga membuka layanan informasi dan pengaduan SPMB melalui sekretariat serta narahubung bidang SMA dan SMK untuk memastikan proses penyaluran berlangsung transparan, akuntabel, dan seluruh lulusan SMP memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan. (*)

Editor : Jamil Qasim
Tambah Kuota SMK Disdik Kepri