Proyek Pelebaran Jalan Masih Berlangsung, Picu Kemacetan di Simpang Panbil Setiap Sore

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 22:01 WIB
Kemacetan panjang kerap terjadi di Simpang Panbil, Batam, akibat proyek pelebaran Jalan R Suprapto. Foto: Muhammad Sya
Kemacetan panjang kerap terjadi di Simpang Panbil, Batam, akibat proyek pelebaran Jalan R Suprapto. Foto: Muhammad Sya'ban/Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran Jalan R Suprapto yang diharapkan menjadi solusi kemacetan di masa depan justru memunculkan persoalan baru. Selama proses konstruksi berlangsung, arus lalu lintas di Simpang Panbil hingga koridor Muka Kuning tersendat hampir setiap sore akibat penyempitan badan jalan.

Kondisi tersebut paling terasa saat jam pergantian sif pekerja kawasan industri. Ribuan kendaraan, mulai dari bus karyawan, mobil pribadi, hingga truk logistik, bertemu di satu titik sehingga antrean mengular dari Simpang Panbil ke arah Jalan Ahmad Yani dan K-Square (eks Kepri Mall).

Pantauan Batam Pos, Minggu (19/7), kendaraan hanya bergerak perlahan setelah melewati lampu lalu lintas Simpang Panbil menuju Muka Kuning. Sebagian badan jalan masih digunakan untuk aktivitas konstruksi sehingga ruang lalu lintas menyempit. Pengendara sepeda motor terlihat berupaya mencari celah di antara kendaraan, sedangkan kendaraan besar harus melintas secara bergantian.

Baca Juga: Jalan Bintang Tanjung Uncang Ditutup Total, Pengendara Diminta Lewat Jalur Alternatif

Ardian, salah seorang pengguna jalan, mengaku kemacetan kini menjadi rutinitas yang harus dihadapi setiap hari.

"Hampir setiap pagi sudah mulai padat, tetapi paling parah saat sore ketika jam pulang kerja. Kendaraan keluar bersamaan dari kawasan industri," katanya.

Ia mengatakan perjalanan yang biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit kini bisa mencapai 30 menit.

"Kadang hanya melewati satu titik saja sudah habis hampir setengah jam," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Rina, karyawan perusahaan elektronik di Batamindo. Menurut dia, kemacetan yang berkepanjangan membuat perjalanan pulang menjadi lebih melelahkan sekaligus meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Baca Juga: Krisis Sampah Batam Kian Parah, Warga Mengeluh, Petugas Pun Kewalahan

"Sudah capek bekerja seharian, masih harus antre lama di jalan. Kendaraan lebih banyak berhenti daripada berjalan," katanya.

Sementara itu, Yusuf, pengemudi angkutan logistik, menilai proyek pelebaran jalan memang diperlukan karena volume kendaraan di kawasan Muka Kuning terus meningkat setiap tahun.

Namun, ia berharap pengaturan arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung bisa lebih optimal agar antrean kendaraan tidak semakin panjang.

"Proyek ini memang penting, tetapi rekayasa lalu lintasnya juga harus diperhatikan. Sekarang semua kendaraan bertemu di satu titik sehingga macetnya panjang," ujarnya.

Proyek pelebaran Jalan R Suprapto merupakan pekerjaan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Deputi Bidang Infrastruktur dengan nilai kontrak sekitar Rp49,98 miliar.

Baca Juga: Viral Pengakuan Wanita Diduga Asal Tanjungpinang Disekap di Myanmar

Pekerjaan mencakup pelebaran ruas sepanjang 1,4 kilometer dari Simpang Muka Kuning hingga Dam Muka Kuning. Setelah selesai, jalan tersebut akan memiliki empat lajur di masing-masing arah sehingga kapasitas lalu lintas di koridor industri Muka Kuning diharapkan meningkat secara signifikan.

BP Batam sebelumnya menyebut proyek ini sebagai salah satu upaya mengatasi kemacetan kronis di kawasan Muka Kuning. Namun selama masa konstruksi, pengguna jalan masih harus bersabar menghadapi perlambatan arus lalu lintas yang terjadi hampir setiap hari. (*) 

Editor : M Tahang
Proyek Pelebaran Jalan Simpang Panbil Jalan R Suprap langganan macet