Mahasiswa KKN UMRAH Belajar Jurnalistik di Batam Pos, Bedakan Berita dan Hoaks

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:31 WIB
Direktur Batam Pos, R Yusuf Hidayat
Direktur Batam Pos, R Yusuf Hidayat  menyambut tiga mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang tergabung dalam Kelompok 57 Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kantor Batam Pos,Jumat (24/7).

batampos – Tiga mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang tergabung dalam Kelompok 57 Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengunjungi kantor Batam Pos di Orchard Walk Blok H Nomor 1, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Jumat (24/7). Kunjungan tersebut menjadi ajang belajar mengenai proses kerja jurnalistik sekaligus pentingnya membedakan informasi yang benar dengan hoaks di era digital.

Ketiga mahasiswa tersebut merupakan perwakilan dari 20 mahasiswa Kelompok 57 KKN yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.

Mereka adalah Marcho Chandra dari Program Studi Ilmu Hukum, Talina dari Program Studi Akuntansi, dan Yaspis dari Program Studi Hubungan Internasional.

Kedatangan rombongan disambut Pemimpin Redaksi Batam Pos Fiska Juanda, Direktur Batam Pos R Yusuf Hidayat, serta Sekretaris Redaksi Umy Kalsum.

Baca Juga: Global Pratama Group dan CMA CGM Indonesia Bahas Tantangan Rantai Pasok Global

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar satu jam, mahasiswa mendapat penjelasan mengenai proses kerja jurnalistik, mulai dari peliputan, verifikasi dan konfirmasi informasi, penulisan berita, hingga proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Ketua Kelompok 57 KKN UMRAH, Marcho Chandra, mengaku ingin mengetahui bagaimana media massa menghadapi derasnya arus informasi di media sosial, khususnya dalam membedakan fakta dan hoaks.

Ia juga menanyakan bagaimana media cetak seperti Batam Pos mampu bertahan di tengah perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui platform digital.

Talina menilai media massa masih memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi. Menurutnya, kecepatan penyebaran informasi di media sosial sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai.

Baca Juga: Kapolresta Barelang Sebut Dua Perkara Homestay Mimi & Coco Ditangani Profesional Sesuai Bukti dan Laporan

"Media cetak seperti koran tetap dipertahankan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkannya. Di media sosial, informasi memang cepat, tetapi belum tentu terverifikasi. Koran menjawab kebutuhan itu dengan menyajikan berita yang akurat sehingga dipercaya publik," ujarnya.

Direktur Batam Pos, R Yusuf Hidayat, mengatakan literasi media menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya kepada masyarakat.

Menurut Yusuf, Batam Pos yang telah berkiprah selama 28 tahun terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

"Batam Pos tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kami hadir melalui koran dan platform digital. Modal utama kami adalah kepercayaan publik," katanya.

Ia menjelaskan, setiap berita yang dipublikasikan melalui proses yang panjang. Mulai dari rapat proyeksi, penugasan reporter, peliputan, verifikasi, konfirmasi kepada narasumber, penyuntingan oleh redaktur, hingga pemeriksaan akhir oleh redaktur pelaksana dan pemimpin redaksi.

"Semua berita melalui proses yang panjang. Di era digital ini banyak hoaks karena semua orang seolah-olah bisa menjadi wartawan. Karena itu, verifikasi dan konfirmasi menjadi sangat penting," tegas Yusuf.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Batam Pos, Fiska Juanda, mengatakan Batam Pos masih mempertahankan edisi cetak karena memiliki ribuan pelanggan dari berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan.

Menurutnya, pembaca Batam Pos tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara seperti Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat yang mengikuti perkembangan investasi, ekonomi, dan kebijakan di Batam.

"Jurnalistik harus benar dan tepat, bukan sekadar cepat. Itulah prinsip yang kami pegang sehingga Batam Pos tetap dipercaya publik," ujar Fiska.

Ia menambahkan, media memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Usai berdiskusi, para mahasiswa mengaku memperoleh wawasan baru mengenai dunia jurnalistik dan pentingnya proses verifikasi dalam menghasilkan berita yang kredibel.

Selama menjalankan KKN di Kelurahan Sekanak Raya, mereka akan melaksanakan berbagai program pengabdian, di antaranya kegiatan pendidikan, kesehatan, pengelolaan bank sampah, serta berbagai kegiatan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa berharap komunikasi dengan Batam Pos dapat terus terjalin, termasuk dalam publikasi berbagai kegiatan positif yang akan mereka laksanakan selama berada di tengah masyarakat. (*)

Editor : Jamil Qasim
Mahasiswa KKN UMRAH Belajar Jurnalistik