70 Persen Penumpang Pelni Batam Kini Beli Tiket Secara Digital, Percaloan Kian Sulit

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 18:31 WIB
Suasana penumpang kapal di dermaga. ANTARA/HO-Pelni Batam
Suasana penumpang kapal di dermaga. ANTARA/HO-Pelni Batam

batampos – Transformasi digital yang diterapkan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mulai mengubah kebiasaan masyarakat dalam membeli tiket kapal di Batam. Saat ini sekitar 70 persen transaksi tiket dilakukan melalui kanal digital, sehingga praktik percaloan semakin sulit dilakukan.

Kepala Cabang Pelni Batam, Duta Kusuma, mengatakan sistem penjualan tiket kini telah terintegrasi dengan identitas penumpang. Setiap tiket diterbitkan atas nama pemilik yang sah sehingga tidak dapat diperjualbelikan secara bebas.

"Setiap pembelian tiket terhubung dengan identitas penumpang. Dengan sistem ini, peluang penyalahgunaan maupun praktik percaloan dapat ditekan," kata Duta.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UMRAH Belajar Jurnalistik di Batam Pos, Bedakan Berita dan Hoaks

Menurutnya, meningkatnya penggunaan layanan digital didorong semakin baiknya literasi masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi serta kemudahan proses pembelian tiket secara daring.

Berdasarkan data Pelni Batam, sekitar 70 persen penjualan tiket saat ini dilakukan melalui aplikasi resmi Pelni maupun jaringan mitra penjualan resmi. Sementara 30 persen sisanya masih dilayani melalui loket penjualan.

Peralihan ke sistem digital juga berdampak positif terhadap pelayanan di pelabuhan. Antrean di loket menjadi lebih singkat karena calon penumpang dapat memesan tiket kapan saja dan dari mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor penjualan.

Selain memudahkan proses pembelian, layanan digital juga memberikan akses informasi perjalanan yang lebih cepat dan transparan, mulai dari jadwal keberangkatan hingga data tiket yang telah dibeli.

Baca Juga: BP Batam Janjikan Layanan Investasi 24 Jam, Sambut Operasional Pabrik DBG Technology

Duta mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Penumpang diminta menggunakan aplikasi resmi Pelni atau mitra penjualan resmi guna menghindari penipuan maupun praktik percaloan.

"Pastikan membeli tiket melalui kanal resmi agar keamanan transaksi terjamin dan data perjalanan tercatat dengan benar," ujarnya.

Ke depan, Pelni akan terus mengembangkan layanan digital melalui penyempurnaan aplikasi, integrasi berbagai metode pembayaran elektronik, serta peningkatan layanan informasi pelanggan. Langkah tersebut diharapkan dapat menghadirkan layanan angkutan laut yang semakin mudah, aman, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat. (*)

Editor : Jamil Qasim
Beli Tiket Digital pelni