batampos – Dugaan pelecehan terhadap seorang wisatawan perempuan asal Malaysia di toilet wanita Pelabuhan Internasional Harbour Bay, Batuampar, menjadi sorotan serius. Selain memicu perhatian publik setelah viral di media sosial, insiden tersebut dinilai dapat mencoreng citra Batam sebagai salah satu destinasi wisata internasional yang selama ini mengandalkan faktor keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyayangkan peristiwa yang diduga melibatkan aksi perekaman secara diam-diam di fasilitas umum tersebut. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak boleh mendapat ruang, apalagi terjadi di kawasan yang menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara.
"Saya baru mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut. Di tempat umum tentu ada aturan yang harus dipatuhi. Jika ada yang melanggar, tentu akan berhadapan dengan hukum," ujar Ardiwinata, Jumat (24/7).
Baca Juga: Posbankum Kepri Dipilih Jadi Model Pendampingan Hukum PMI di Malaysia
Ia menegaskan, sektor pariwisata Batam dibangun dengan mengedepankan prinsip Sapta Pesona, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, serta mampu meninggalkan kesan baik bagi wisatawan. Karena itu, seluruh pihak, mulai dari pengelola destinasi hingga pelaku usaha, memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan wisata yang aman dan nyaman.
Menurut Ardiwinata, kepercayaan wisatawan merupakan aset penting bagi industri pariwisata Batam. Insiden yang berpotensi menimbulkan rasa tidak aman dikhawatirkan dapat memengaruhi persepsi wisatawan terhadap daerah ini.
"Semua pihak harus memahami nilai-nilai Sapta Pesona tersebut. Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Karena itu, kejadian seperti ini tentu tidak baik bagi citra Batam sebagai kota pariwisata," katanya.
Ia juga meminta pengelola kawasan wisata, pelabuhan, pusat perbelanjaan, maupun fasilitas publik lainnya meningkatkan sistem pengawasan serta memastikan keamanan pengunjung agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Nelayan Lingga Keluhkan Aktivitas Kapal Hisap Timah, ESDM: IUP Masih Aktif dan Jadi Kewenangan Pusat
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Jelvin Tan, turut menyampaikan keprihatinannya atas dugaan pelecehan terhadap wisatawan asal Malaysia tersebut. Ia menilai kasus itu harus menjadi perhatian bersama mengingat Batam merupakan kota tujuan wisata, investasi, sekaligus gerbang internasional Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
"Sebagai kota tujuan wisata, investasi, dan gerbang internasional, Batam harus senantiasa mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun para wisatawan, sehingga kepercayaan terhadap daerah ini tetap terjaga," ujarnya.
Jelvin menekankan pentingnya proses hukum yang tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Menurutnya, kepastian hukum merupakan bagian penting dalam menjaga rasa aman sekaligus mempertahankan kepercayaan wisatawan, masyarakat, dan investor terhadap Batam.
"Kepastian hukum dibutuhkan untuk memperkuat rasa aman dan kepercayaan masyarakat, wisatawan, maupun investor terhadap Kota Batam," tutupnya. (*)
Editor : M Tahang