batampos – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam mengevakuasi seorang pria telantar yang ditemukan dalam kondisi sakit di kawasan Cikitsu. Setelah menjalani perawatan hingga pulih, pria tersebut akan difasilitasi untuk kembali ke kampung halamannya.
Kepala Dinsos PM Kota Batam, Zulkifli Aman, mengatakan pihaknya telah memfasilitasi pemulangan dua orang telantar ke daerah asal selama Juli 2026 menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam.
Kasus terbaru ditangani pada Minggu (27/7), ketika Wali Kota Batam menginstruksikan Dinsos PM segera mengevakuasi seorang pria telantar bernama Wahyudi yang ditemukan dalam kondisi sakit.
Baca Juga: SPMB Kepri Kembali Tuai Keluhan, Calon Siswa Tak Masuk SMKN 7 Batam Meski Dekat Rumah
"Pak Wali menelepon saya dan menyampaikan ada orang telantar yang sedang sakit agar segera dijemput, dirawat, dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan. Hari itu juga langsung kami tindak lanjuti," kata Zulkifli, Selasa (28/7).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsos PM langsung diterjunkan ke lokasi menggunakan ambulans untuk mengevakuasi Wahyudi ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.
Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) selama proses evakuasi karena Wahyudi diduga menderita kusta sehingga memerlukan penanganan khusus.
"Begitu sampai di RSBP Batam, dilakukan pemeriksaan kesehatan. Kami juga membantu menelusuri identitasnya karena KTP yang bersangkutan hilang," ujarnya.
Melalui koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), identitas Wahyudi akhirnya berhasil ditemukan dan diketahui sebagai warga Batam. Meski dalam kondisi sakit, Wahyudi masih dapat berkomunikasi dengan baik dan mengaku memiliki keluarga di Tembilahan, Provinsi Riau.
Menurut Zulkifli, kondisi Wahyudi saat ditemukan sangat memprihatinkan.
"Dua jarinya sudah putus, kedua kakinya bengkak, dan kulitnya mengelupas. Karena itu kami akan menangani hingga sembuh," katanya.
Seluruh biaya pengobatan Wahyudi ditanggung melalui BPJS Kesehatan yang masih aktif.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSBP Batam, Muhammad Yanto, mengatakan diagnosis pasti penyakit yang diderita pasien masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kulit.
"Kondisi pasien saat ini menunjukkan perkembangan yang baik dibandingkan saat pertama kali datang ke rumah sakit. Kami tetap memantau secara intensif," ujarnya.
Setelah kondisi kesehatannya pulih, Dinsos PM Batam akan memfasilitasi kepulangan Wahyudi dengan menyediakan tiket perjalanan, mengantarnya hingga pelabuhan, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga agar dapat menjemput di daerah tujuan.
Selain menangani kasus tersebut, Dinsos PM Batam mencatat telah menangani 31 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama Juli 2026. Rinciannya meliputi enam orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), 21 orang telantar, satu manusia silver, satu pengamen, satu pengemis penyandang disabilitas, satu korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta satu korban situasi darurat.
Editor : Jamil Qasim