Disdik Batam Pastikan Seragam Gratis Tetap Berjalan, Kini Masuk Tahap Pengukuran

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 18:01 WIB
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Program pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP di Kota Batam dipastikan tetap berlanjut pada Tahun Ajaran 2026/2027. Saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam masih melakukan pengukuran ukuran pakaian sebelum seragam diproduksi dan didistribusikan.

Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan proses pengukuran dilakukan karena seluruh penerima merupakan siswa baru yang baru memulai kegiatan belajar mengajar. Langkah tersebut diperlukan agar seragam yang diterima sesuai dengan ukuran masing-masing siswa.

"Prosesnya masih berjalan. Saat ini kami bersama sekolah masih melakukan pengukuran ukuran baju anak-anak yang akan menerima bantuan. Setelah seluruh data ukuran selesai, seragam akan segera diproduksi dan didistribusikan," ujarnya, Selasa (28/7).

Baca Juga: Nama Nyat Kadir Diabadikan Jadi Nama Taman Budaya Kota Batam

Program tersebut diperuntukkan bagi seluruh siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP yang diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), baik di sekolah negeri maupun swasta.

Untuk jenjang SD, Pemerintah Kota Batam menyiapkan 26.334 stel seragam sekolah dan 26.334 stel baju adat Melayu yang akan dibagikan kepada siswa di 145 SD negeri dan 227 SD swasta.

Sementara itu, untuk jenjang SMP disiapkan 26.501 stel seragam sekolah dan 26.501 stel baju adat Melayu yang akan didistribusikan kepada siswa di 65 SMP negeri dan 136 SMP swasta.

Setiap siswa akan menerima dua stel pakaian, yakni seragam nasional dan pakaian adat Melayu. Siswa SD memperoleh seragam merah putih, sedangkan siswa SMP menerima seragam putih biru. Bantuan tersebut juga dilengkapi atribut berupa topi, dasi, ikat pinggang, kain samping, hingga hijab bagi siswi Muslim.

Baca Juga: Tabrak Pemotor Lalu Kabur, Pengemudi Avanza Nyaris Diamuk Massa di Batam Kota

Hendri menegaskan seluruh siswa baru yang memenuhi ketentuan akan menerima bantuan tanpa membedakan status sekolah.

"Baik sekolah negeri maupun swasta mendapatkan semuanya. Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada seluruh ekosistem pendidikan di Kota Batam," tegasnya.

Meski demikian, pada pelaksanaan program tahun lalu terdapat sejumlah sekolah berstatus Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) atau sekolah internasional yang memilih tidak mengikuti program tersebut. Tercatat tujuh SD SPK dan empat SMP SPK tidak berpartisipasi.

Selain program seragam gratis, Pemkot Batam juga melanjutkan berbagai bantuan pendidikan lainnya. Di antaranya pemberian insentif bagi guru sekolah swasta serta subsidi biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu yang bersekolah di swasta karena tidak tertampung di sekolah negeri.

Untuk siswa SD dari keluarga kurang mampu disiapkan subsidi sebesar Rp300 ribu per bulan, sedangkan siswa SMP menerima Rp400 ribu per bulan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi siswa yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 5 berdasarkan usulan dari sekolah.

"Komitmen kami adalah memastikan tidak ada anak yang terkendala bersekolah karena alasan biaya. Karena itu, berbagai bentuk bantuan pendidikan terus kami siapkan," tutup Hendri.

Editor : Jamil Qasim
seragam gratis disdik batam