batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat pembangunan Jalan Lingkar Batam sebagai salah satu proyek strategis infrastruktur. Proyek ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mengurai kemacetan di sejumlah ruas utama, sekaligus membuka akses menuju kawasan pertumbuhan ekonomi baru.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan pembangunan jalan lingkar merupakan langkah strategis dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik jalan, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi Batam tidak lagi terpusat di kawasan tertentu.
"Tujuannya untuk mengurai kemacetan di Kota Batam. Masing-masing jalan lingkar memiliki fungsi mengurangi kepadatan lalu lintas," kata Metra kepada Batam Pos, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, integrasi tiga koridor utama, yakni Jalan Lingkar Selatan, Jalan Lingkar Tengah, dan Jalan Lingkar Utara, akan menghadirkan jalur alternatif baru sekaligus membuka kawasan yang selama ini belum terhubung secara optimal.
Dengan akses yang semakin baik, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas industri dan perdagangan diharapkan menjadi lebih efisien.
Pembangunan Jalan Lingkar Batam juga masuk dalam 15 program prioritas pasangan Amsakar Achmad–Li Claudia di sektor infrastruktur guna memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan investasi dan industri.
Dibangun Bertahap Mulai 2026
Pembangunan Jalan Lingkar Batam akan dilaksanakan secara bertahap melalui skema tahun jamak (multiyears). Tahap pertama dimulai pada 2026 dengan pembangunan Jalan Lingkar Selatan, kemudian dilanjutkan ke Jalan Lingkar Tengah dan Jalan Lingkar Utara sesuai kesiapan teknis dan tahapan perencanaan.
Secara keseluruhan, proyek ini mencakup tiga koridor utama dengan total panjang lebih dari 43 kilometer yang dikerjakan secara kolaboratif oleh Pemko Batam dan BP Batam sesuai kewenangan masing-masing.
Jalan Lingkar Tengah
Jalan Lingkar Tengah memiliki panjang sekitar 18,55 kilometer dan menghubungkan Batu Aji, Tiban, Sekupang, hingga Tanjung Uma. Koridor ini diproyeksikan menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan barat Batam.
Pemko Batam membangun ruas Simpang Kantor Lurah Kibing–Jalan Diponegoro sepanjang 4,52 kilometer serta ruas Jalan Diponegoro (Simpang Tiban Housing)–Simpang Tiban Princes sepanjang 3,41 kilometer.
Metra mengatakan, kawasan Tiban akan menjadi simpul penting dalam jaringan Jalan Lingkar Tengah.
"Nanti akan dibuat simpang empat. Jalurnya masuk Tiban Princes, belok ke Tiban Global, menyusuri belakang kawasan tersebut, lalu terhubung melalui jembatan ke Tanjung Uma dan keluar di kawasan DC Mall. Itu bagian dari Lingkar Tengah," jelasnya.
Sementara itu, BP Batam membangun ruas Simpang SMPN 25–Kampung Nelayan–Jalan Puskesmas Tanjung Uma sepanjang 4,92 kilometer, termasuk Jembatan Pondok Pelangi sepanjang 300 meter.
Jalan Lingkar Utara
Jalan Lingkar Utara memiliki panjang sekitar 14,50 kilometer dan dirancang memperkuat akses menuju kawasan pesisir, pusat pemerintahan, serta Bandara Internasional Hang Nadim.
Pada koridor ini, Pemko Batam mengerjakan ruas Simpang Golden Prawn–Bundaran Ocarina sepanjang 1,18 kilometer, termasuk pembangunan Jembatan Golden Prawn dan Jembatan Ocarina/Sei Nayon yang masing-masing memiliki panjang 30 meter.
Menurut Metra, jalur tersebut nantinya akan terhubung ke kawasan BP Batam, Sumatera Expo, belakang Belian, Garden Raya, hingga Kavling Sambau.
"Nanti dari Bundaran Ocarina menuju kantor BP Batam, kawasan Sumatera Expo, menyusuri belakang Belian, kemudian ke Garden Raya dekat SMA 3 Batam hingga Sambau," ujarnya.
Di sisi lain, BP Batam menangani pembangunan ruas Jalan Gedung Sumatera–Jalan Central Boulevard sepanjang 2,99 kilometer, Jalan Hang Nadim–Jalan Tengku Sulung sepanjang 3,07 kilometer, serta Jembatan SMA 3–Kavling Sambau sepanjang 200 meter.
Jalan Lingkar Selatan
Jalan Lingkar Selatan menjadi tahap awal pembangunan dengan panjang sekitar 10,07 kilometer yang menghubungkan Muka Kuning, Piayu, hingga Punggur melalui kawasan Waduk Duriangkang.
Pemko Batam membangun ruas Simpang Sei Pancur–Simpang Kampung Bagan–Waduk Duriangkang sepanjang 4,76 kilometer dan ruas Waduk Duriangkang–Simpang Bumi Perkemahan/Simpang Jasinta sepanjang 4,03 kilometer.
Sementara itu, BP Batam membangun ruas Jalan Waduk Duriangkang sisi laut sepanjang 1,22 kilometer beserta Jembatan Waduk Duriangkang sepanjang 50 meter.
Metra mengatakan pembangunan Lingkar Selatan diharapkan mampu mengurangi kemacetan di sejumlah titik padat, termasuk kawasan K-Square atau bekas Kepri Mall.
"Jalan ini salah satunya untuk mengurangi kemacetan. Contohnya di sekitar K-Square yang membutuhkan jalur alternatif," katanya.
Anggaran Masih Disusun
Metra menegaskan, angka kebutuhan anggaran sebesar Rp130,78 miliar yang sempat beredar masih merupakan estimasi awal dan belum menjadi nilai final proyek.
"Itu masih angka kasar untuk kebutuhan pembangunan jalan lingkar. Perencanaan masih terus berjalan dan akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan setiap tahun," ujarnya.
Ia menambahkan, alokasi anggaran sebesar Rp15 miliar pada tahun ini hanya digunakan untuk pekerjaan awal pembangunan Jalan Lingkar Selatan sepanjang sekitar dua kilometer. (*)
Editor : Jamil Qasim