batampos – Program seragam gratis bagi murid baru jenjang SMA dan SMK di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2026 terancam tidak dapat direalisasikan. Penyebabnya, anggaran untuk program tersebut belum dialokasikan dalam APBD Murni 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan kelanjutan program seragam gratis karena belum tersedia anggaran.
"Belum pasti, karena tidak ada anggarannya di APBD murni," ujar Andi Agung, Selasa (28/7).
Menurutnya, Dinas Pendidikan juga belum dapat menghitung secara pasti kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk membiayai program tersebut pada tahun ini.
Selain itu, kepastian mengenai kemungkinan pengalokasian dana melalui APBD Perubahan 2026 juga masih belum diperoleh.
"Di APBD Perubahan juga belum tahu, masuk atau tidak. Jadi belum bisa kita pastikan," katanya.
Baca Juga: Pak Wali, Warga Sambau Nongsa Keluhkan Jalan Gelap Bertahun-tahun
Ketidakpastian ini berpotensi memengaruhi pelaksanaan salah satu program yang selama ini membantu meringankan beban biaya pendidikan bagi orang tua murid baru SMA dan SMK di Kepri.
Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kepri tetap menjalankan program seragam gratis meski dengan keterbatasan anggaran. Saat itu, setiap murid baru hanya menerima satu stel seragam, yakni seragam OSIS.
Program tersebut menyasar sekitar 39 ribu murid baru SMA dan SMK di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Namun, sejumlah orang tua mengaku bantuan tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan karena siswa masih harus membeli jenis seragam lainnya secara mandiri.
Hingga kini, Pemerintah Provinsi Kepri masih menunggu kepastian mengenai ketersediaan anggaran sebelum memutuskan kelanjutan program seragam gratis bagi murid baru pada tahun ajaran 2026. (*)
Editor : Putut Ariyo