Buaya Besar Masih Berkeliaran, Warga Diminta Hindari Sungai

Eusebius Sara • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 13:26 WIB

 

 

Warga merekam penampakan seekor buaya berukuran besar di sungai yang berada di antara Perumahan Rosinton dan Perumahan Cemara Asri, Kecamatan Sagulung, Batam. Foto: Tangkapan layar video warga
Warga merekam penampakan seekor buaya berukuran besar di sungai yang berada di antara Perumahan Rosinton dan Perumahan Cemara Asri, Kecamatan Sagulung, Batam. Foto: Tangkapan layar video warga

 

batampos - Kemunculan buaya berukuran besar kembali meresahkan warga Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Setelah sebelumnya terlihat di kawasan Perumahan Taman Anugrah, reptil tersebut kini muncul di tepi sungai dekat Kavling Kamboja, Kelurahan Sungai Pelunggut, yang berada tidak jauh dari jalur aktivitas warga menuju laut.

Buaya itu terlihat sedang berjemur di bibir sungai di seberang kawasan Kavling Kamboja. Lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari pelantar yang setiap hari digunakan warga dan nelayan untuk naik turun pompong. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi ancaman terhadap keselamatan masyarakat.

Nelson, warga Sagulung, mengatakan kemunculan buaya tersebut terjadi sekitar sebulan setelah penampakan buaya di kawasan Perumahan Taman Anugrah, Kelurahan Tembesi. Menurutnya, kejadian yang berulang menunjukkan satwa liar itu masih berkeliaran di aliran sungai yang terhubung dengan kawasan permukiman.

"Buaya itu kembali muncul tidak lama setelah kejadian di Taman Anugrah," ujarnya.

Ia menjelaskan, warga yang hendak melaut pada sore hari melihat buaya sedang berjemur di tepian sungai yang merupakan terusan Sungai Langkai.

Hal senada disampaikan Andreas. Ia mengaku kemunculan buaya di Sungai Pelunggut sudah lama tidak terjadi. Saat warga melintas menggunakan pompong, buaya tersebut tetap tenang dan tidak berpindah dari tempatnya. Berdasarkan pengamatan warga, panjang buaya diperkirakan lebih dari empat meter dengan ukuran tubuh yang sangat besar.

Camat Sagulung M. Arfie Eranov mengatakan pemerintah terus memantau laporan kemunculan buaya di wilayahnya. Menurutnya, hingga kini jumlah buaya yang berada di sungai-sungai di Sagulung, termasuk di terusan Sungai Nato, kawasan Polsek Sagulung, hingga Taman Anugrah, belum dapat dipastikan.

"Sebelumnya, saat kemunculan buaya di Taman Anugrah, kami bersama BKSDA sudah melakukan survei dan pencarian. Namun, sampai saat ini belum membuahkan hasil," kata Arfie.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sungai apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Warga juga diminta tidak membangun kandang ternak di bantaran sungai karena dapat menarik perhatian buaya. Meski hingga kini belum ada laporan korban akibat kemunculan buaya, Arfie berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi insiden yang membahayakan jiwa.

Editor : Yofi Yuhendri
Buaya di Sagulung batam