Investasi Batam Bergeser ke Industri Teknologi, Data Center Jadi Motor Pertumbuhan

Antara • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 16:31 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. (ANTARA/Amandine Nadja)
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. (ANTARA/Amandine Nadja)

batampos – Struktur investasi di Kota Batam terus mengalami transformasi dari sektor manufaktur perakitan menuju industri berbasis teknologi dan bernilai tambah tinggi. Pergeseran ini ditandai dengan meningkatnya minat investor terhadap pengembangan pusat data (data center) dan industri teknologi informasi.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengatakan perubahan tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas investasi yang masuk ke Batam.

Menurutnya, jika sebelumnya investasi lebih banyak didominasi pembangunan infrastruktur dan industri manufaktur perakitan, kini arah investasi mulai bergeser ke sektor industri berteknologi tinggi.

Baca Juga: KPK Segel Sejumlah Lokasi Usai OTT Bupati Pemalang, Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

"Industri manufaktur berteknologi tinggi kini menjadi salah satu sektor yang paling diminati investor, disusul industri kimia dan farmasi, perumahan dan kawasan industri, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi," ujar Amsakar, Rabu (29/7).

Ia menjelaskan, sektor teknologi informasi kini menjadi salah satu motor baru pertumbuhan investasi, terutama dengan berkembangnya industri pusat data di Batam.

"Karena itu, kami berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan listrik dan air bersih yang menjadi kebutuhan utama industri berbasis teknologi," katanya.

Amsakar mencontohkan investasi PT Altiva Identity Data Center di Batam sebagai salah satu bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap sektor teknologi. Selain itu, ia juga menyoroti rencana kemitraan Firmus Technologies Australia bersama Nvidia untuk membangun fasilitas produksi Graphics Processing Unit (GPU) di Batam yang ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I 2027.

Baca Juga: Geliat Bisnis Meredup Pascapenutupan Akses Jalan Genta 1

"Transformasi struktur investasi ke bidang teknologi ini seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam. Kami juga mencatat realisasi investasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun," ujarnya.

Investasi Tumbuh 62,75 Persen

Pada Semester I 2026, realisasi investasi di Batam mencapai Rp29,89 triliun, meningkat 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,37 triliun.

Menurut Amsakar, lonjakan tersebut mencerminkan iklim investasi yang semakin kondusif serta hasil sinergi antara Pemerintah Kota Batam, BP Batam, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan kepastian berusaha bagi investor.

Selain nilai investasi yang meningkat, jumlah proyek investasi juga mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga Semester I 2026 tercatat 15.826 proyek, naik 32,82 persen dibandingkan 11.915 proyek pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Nilai investasi per proyek juga meningkat. Rata-rata investasi per proyek naik 22,53 persen, dari Rp1,54 miliar menjadi Rp1,89 miliar. Ini menunjukkan investasi yang masuk memiliki skala usaha dan nilai tambah yang semakin tinggi," jelasnya.

Lima Sektor Investasi Terbesar

Berdasarkan data Semester I 2026, lima sektor penyumbang investasi terbesar di Kota Batam meliputi:

Sementara berdasarkan negara asal investor, Singapura masih menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp10,89 triliun, disusul Hong Kong sebesar Rp1,39 triliun, Korea Selatan Rp1,18 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp1,11 triliun, serta Amerika Serikat sebesar Rp1,02 triliun. (*)

Editor : Jamil Qasim
investasi batam