Dalam peninjauan itu, Fajar didampingi jajaran pejabat struktural dan petugas Rutan. Mereka memeriksa kondisi blok hunian, kebersihan lingkungan, fasilitas pelayanan, hingga berbagai sarana yang digunakan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Selain melakukan inspeksi, Fajar juga berdialog langsung dengan warga binaan. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi agar dapat segera ditindaklanjuti.
Menurut Fajar, kegiatan kontrol rutin merupakan bagian dari komitmen Rutan Batam dalam membangun sistem pemasyarakatan yang transparan, profesional, dan mengedepankan pemenuhan hak-hak warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kontrol ini bukan sekadar memastikan keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan seluruh hak warga binaan terpenuhi dengan baik. Kami ingin mengetahui secara langsung kondisi di lapangan sehingga setiap kendala dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kualitas pelayanan," ujar Fajar.
Ia menjelaskan, hak warga binaan yang terus dipantau meliputi layanan kesehatan, penyediaan makanan, program pembinaan, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seluruh pelayanan tersebut dievaluasi secara berkala agar tetap memenuhi standar dan mampu mendukung proses pembinaan secara optimal.
Fajar menambahkan, komunikasi yang terjalin secara langsung antara petugas dan warga binaan diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan yang diberikan. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
Ke depan, Rutan Kelas IIA Batam akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh layanan pemasyarakatan. Langkah itu sejalan dengan semangat BESTARI (Bersih, Sehat, Tertib, Aman, dan Religius) sebagai landasan mewujudkan pelayanan yang profesional, akuntabel, serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.