batampos - Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan Batam tengah bergerak dari kawasan industri manufaktur konvensional menuju pusat investasi teknologi informasi dan data center. Pemerintah Kota (Pemko) Batam, kata dia, siap mendukung perubahan arah investasi tersebut melalui penguatan infrastruktur pendukung dan kemudahan perizinan.
Pernyataan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Data Center di Auditorium Tanjung Kasam, Kantor PLN Batam, Selasa (28/7). Acara itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
“Apa yang dilakukan hari ini membuktikan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan mampu meningkatkan daya saing investasi. Kolaborasi seperti ini penting agar Batam semakin kokoh sebagai lokomotif investasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Amsakar.
Menurut dia, pola investasi di Batam mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih banyak bertumpu pada pembangunan infrastruktur dan industri manufaktur perakitan, kini investasi mulai bergeser ke sektor teknologi informasi, termasuk industri data center yang terus berkembang.
Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam, lanjut dia, berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur dasar, terutama pasokan listrik dan air bersih yang menjadi kebutuhan utama industri teknologi.
“Data center dapat berkembang di Batam sepanjang kebutuhan listrik dan air bersih terpenuhi. Penandatanganan PJBTL hari ini menunjukkan kesiapan pasokan listrik, sementara Pemerintah Kota Batam akan terus mempercepat dan mempermudah proses perizinan bagi para investor,” kata Amsakar.
Ia menilai keputusan PT Altiva Identity Data Center menanamkan investasi di Batam sebagai langkah strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berhadapan langsung dengan Singapura, Batam juga memiliki dukungan regulasi pemerintah pusat yang memperkuat daya tarik investasi.
Baca Juga: Investasi Batam Bergeser ke Industri Teknologi, Data Center Jadi Motor Pertumbuhan
Perhatian investor global terhadap Batam, menurut Amsakar, terus meningkat. Salah satunya terlihat dari rencana investasi kemitraan Firmus Technologies Australia bersama Nvidia untuk pengembangan fasilitas produksi GPU di Batam yang ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I 2027.
Amsakar mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjaga iklim investasi dengan membangun citra Batam sebagai daerah yang aman, kondusif, dan terbuka bagi investasi.
Ia menyebut sejumlah indikator ekonomi menunjukkan penguatan kinerja Batam. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam mencapai 83,8, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau dan masuk lima besar di Sumatra. Angka tersebut, kata dia, mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi ekonomi, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung Batam dengan kontribusi sekitar 52–56 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam. Terhadap perekonomian Provinsi Kepulauan Riau, kontribusinya mencapai 62–68 persen.
“Berbagai capaian ini menunjukkan arah pembangunan Batam berada di jalur yang tepat. Mari kita satukan tekad dan memperkuat kolaborasi agar Batam semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Amsakar.