Drainase Tersumbat Dua Bulan, Jalan Piayu Laut Tergenang dan Rawan Kecelakaan

Eusebius Sara • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 13:22 WIB
Drainase di sepanjang Jalan S Parman yang tersumbat hingga menyebabkan air meluap ke badan jalan. F.Eusebius/Batam Pos
Drainase di sepanjang Jalan S Parman yang tersumbat hingga menyebabkan air meluap ke badan jalan. F.Eusebius/Batam Pos

 

batampos -  Warga di kawasan Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, mengeluhkan kondisi drainase di sepanjang Jalan S Parman yang tersumbat hingga menyebabkan air meluap ke badan jalan. Genangan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan itu tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.

Air dari saluran drainase terus mengalir meski cuaca sedang panas. Genangan tersebut membuat permukaan aspal menjadi licin dan mulai ditumbuhi lumut. Kondisi itu dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut.

 

Salah seorang warga, Bagus, mengatakan persoalan genangan air sudah lama dirasakan masyarakat yang setiap hari melintas dari arah Perumahan Pancur menuju Piayu Laut. Selain mengganggu kenyamanan, aroma tidak sedap dari saluran drainase juga semakin menyengat.

 

“Sudah lebih dari dua bulan kami yang tinggal dan melintas dari arah Perumahan Pancur menuju Piayu Laut menikmati genangan air ini. Baunya sangat menyengat dan mengganggu, apalagi meskipun cuaca panas, air tetap mengalir dari parit,” ujar Bagus, Kamis (30/7/2026).

 

Menurutnya, kondisi jalan yang selalu basah membuat permukaan aspal mulai berlumut. Hal tersebut berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat melintas dengan kecepatan tinggi.

 

“Jalannya sekarang sudah mulai berlumut. Ini tentu berbahaya karena kendaraan yang melintas, terutama sepeda motor, bisa saja terpeleset,” katanya.

 

Keluhan warga tersebut kemudian ditindaklanjuti pemerintah setempat. Camat Sei Beduk, Rifandi Malik, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam untuk melakukan penanganan.

 

Petugas bersama alat berat langsung dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat.

 

“Sudah kami tindak lanjuti. Pagi tadi pekerja beserta alat berat dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam langsung turun membersihkan drainase yang salurannya tersumbat. Sudah ditangani pagi tadi. Drainase sudah dibersihkan,” kata Rifandi.

Meski penanganan awal telah dilakukan, Rifandi mengimbau masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat menghambat aliran air dan memicu terjadinya genangan.

 

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan sementara, tetapi juga melakukan pemantauan dan perbaikan sistem drainase secara berkala. Mereka juga meminta penertiban terhadap bangunan yang berpotensi menutup atau menghambat jalur aliran air agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Editor : Yofi Yuhendri
sei beduk drainase Jalan S Parman