Sampah Menumpuk di Jalan Raja M Tahir Batam, Pedagang Keluhkan Bau dan Ganggu Aktivitas

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 18:31 WIB
Sampah yang menumpuk di sepanjang Jalan Raja M Tahir, Teluk Tering, Batam Kota, Rabu (29/7) F. Jamaluddin/Batam pos
Sampah yang menumpuk di sepanjang Jalan Raja M Tahir, Teluk Tering, Batam Kota, Rabu (29/7) F. Jamaluddin/Batam pos

batampos – Tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung di sepanjang Jalan Raja M Tahir, tepatnya di kawasan Ruko Air Mas yang berseberangan dengan Morning Bakery, kawasan Ruko Greenland, Teluk Tering, Batam Kota. Kondisi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir itu dikeluhkan pedagang karena mengganggu kenyamanan dan aktivitas usaha.

Pantauan di lokasi, Rabu (29/7), sampah meluber dari bak dan tong sampah yang telah penuh. Sebagian kantong sampah bahkan diletakkan di trotoar hingga bahu jalan, sehingga membuat kawasan tersebut tampak kumuh dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Tumpukan sampah membentang sepanjang sekitar 200 meter. Kantong-kantong plastik berisi sampah rumah tangga terlihat menumpuk di depan sejumlah ruko, sementara beberapa titik berubah menjadi lokasi pembuangan sampah liar karena belum diangkut.

Salah seorang pedagang martabak di kawasan Ruko Greenland, Ari, mengatakan sampah telah menumpuk selama dua hari akibat belum diangkut oleh petugas.

"Sangat disayangkan. Kami membayar retribusi sampah setiap bulan, tetapi sampah ini sudah dua hari tidak diangkut. Kami berharap pemerintah segera mengangkutnya agar kawasan ini kembali bersih dan nyaman," ujarnya.

Menurut Ari, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pedagang dan pelanggan, tetapi juga berpotensi mencoreng citra Batam sebagai kota tujuan wisata.

"Batam ini banyak didatangi wisatawan. Kalau mereka melihat kondisi seperti ini, tentu kita malu. Kota yang seharusnya bersih dan estetik justru terganggu karena sampah," katanya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Randi. Ia mengungkapkan tumpukan sampah mulai mengeluarkan bau menyengat dan dipenuhi ulat akibat pembusukan sisa makanan.

"Sudah mulai bau dan keluar ulat karena banyak sampah makanan yang membusuk. Sampah ini tidak diangkut sejak Senin sore. Dampaknya, tempat ini terlihat jorok, kumuh, dan kotor sehingga tidak nyaman," ujarnya.

Selain menimbulkan bau, Randi mengatakan tumpukan sampah juga mulai memakan area parkir kendaraan roda dua.

"Karena sampahnya sudah terlalu banyak, tempat parkir motor juga ikut terpakai. Kendaraan jadi sulit parkir karena sebagian area sudah dipenuhi sampah," tambahnya.

Hingga Rabu sore, sampah masih terlihat memenuhi sejumlah titik di sepanjang Jalan Raja M Tahir. Warga khawatir kondisi akan semakin parah apabila pengangkutan tidak segera dilakukan, mengingat tumpukan sampah berpotensi mengganggu pengguna jalan, aktivitas usaha, serta menimbulkan dampak terhadap kesehatan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, telah dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat untuk dimintai konfirmasi. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (*)

Editor : Jamil Qasim
Ganggu Aktivitas sampah menumpuk