batampos - Persoalan infrastruktur jalan kembali menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Batam. Di tengah keluhan masyarakat mengenai sampah yang belum tertangani optimal, kerusakan jalan juga terus bermunculan meski perbaikan dilakukan secara berkala.
Pantauan Batam Pos, Kamis (30/7/2026), sedikitnya terdapat enam titik jalan berlubang di ruas Jalan Ahmad Yani, mulai dari Simpang Panbil menuju kawasan K Square. Lubang-lubang tersebut tersebar tidak beraturan dengan diameter sekitar 20 hingga 30 sentimeter.
Kerusakan itu berada di jalur utama yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan, terutama para pekerja yang berangkat dan pulang pada jam sibuk. Kondisi itu juga dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang harus bermanuver menghindari lubang di tengah arus lalu lintas yang padat.
"Kalau dulu pernah ada pengendara yang oleng karena menghindari jalan berlubang," kata seorang penjual bensin eceran di Jalan Ahmad Yani saat ditemui Batam Pos.
Baca Juga: Jalan Panbil–K-Square Berlubang, BP Batam Pastikan Masuk Target Perawatan
Kerusakan serupa juga ditemukan di Jalan Gurindam. Di ruas jalan itu terdapat sedikitnya tiga titik lubang berukuran cukup besar. Warga sekitar mengatakan lubang tersebut telah dibiarkan selama berbulan-bulan dan ukurannya terus melebar akibat dilintasi kendaraan setiap hari.
Tak hanya itu, ruas Jalan Engku Putri menuju Jalan Raja Haji Fisabilillah, tepatnya di sekitar Simpang One Batam Mall, juga mengalami penurunan kualitas. Selain lubang, permukaan jalan tampak bergelombang dan tidak rata.
Bekas tambalan aspal mulai terkelupas sehingga menyisakan perbedaan tinggi permukaan sekitar dua sentimeter. Di beberapa titik juga terlihat cekungan yang muncul akibat kondisi tanah yang labil. Saat kendaraan melintas, terutama mobil, guncangan cukup terasa sehingga pengemudi terpaksa mengurangi kecepatan.
Menurut warga yang berjualan di sekitar lokasi, kondisi jalan tersebut telah beberapa kali menyebabkan pengendara terjatuh, terutama pada malam hari ketika penerangan jalan kurang memadai.
"Jalan itu berbahaya. Tengah malam pernah ada yang jatuh. Memang lukanya ringan, tapi tetap berbahaya. Apalagi kalau lampu jalan mati. Sebaiknya segera diperbaiki sebelum ada korban jiwa. Yang berlubang ditambal, yang bergelombang diratakan," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan pengemudi ojek online, Riyan. Menurut dia, jalan berlubang maupun bergelombang tidak hanya membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, tetapi juga memicu potensi kecelakaan beruntun.
"Kadang kami harus mengerem mendadak karena ada lubang atau jalan bergelombang. Kalau menghindar, bisa saja kendaraan di belakang melaju kencang dan menabrak. Begitu juga saat harus membanting setang ke kiri atau kanan. Kondisi seperti ini sangat berbahaya," katanya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen terhadap ruas-ruas jalan yang rusak agar tidak terus menimbulkan ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.
Editor : Yofi Yuhendri