batampos - Setiap hari, murid-murid SD Negeri 005 Bulang di Pulau Ayer hanya bisa mendengar cerita tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah dinikmati siswa di berbagai sekolah di Batam. Di pulau kecil yang berada di Kecamatan Bulang itu, bangunan dapur MBG memang telah berdiri. Namun hingga kini, belum sekali pun beroperasi.
Akibatnya, 62 siswa di sekolah tersebut belum pernah merasakan manfaat program unggulan pemerintah itu. Bahkan, rasa penasaran berubah menjadi iri ketika mereka mengetahui teman-teman di sekolah lain sudah menikmati makanan bergizi gratis setiap hari.
“Anak-anak kami sudah lama menanti MBG. Mereka iri dengan sekolah lain yang ada di Batam,” kata Kepala SD Negeri 005 Bulang, Marlina, saat ditemui Batam Pos, Jumat (31/7/2026)
Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada tepat di belakang sekolah tampak sudah selesai dibangun. Bangunan bercat biru muda dan putih itu berdiri kokoh, tetapi pintunya masih tertutup rapat tanpa aktivitas.
Seorang warga mengatakan bangunan tersebut belum pernah digunakan sejak rampung dibangun.
“Baru selesai dibangun, belum pernah beroperasi. Anak-anak belum pernah dapat MBG,” ujarnya.
Selain belum menikmati MBG, siswa di Pulau Ayer juga harus belajar dengan segala keterbatasan. Sekolah hanya memiliki tiga ruang kelas yang disekat menggunakan tripleks sehingga dapat dipakai enam rombongan belajar dari kelas I hingga VI.
Tak hanya itu, setelah lulus SD, anak-anak harus menyeberangi laut menggunakan speedboat untuk melanjutkan pendidikan ke SMP di Pulau Buluh atau SMP Negeri 44 Batam di Sei Pelunggut.
Guru SD Negeri 005 Bulang, Lestina Dolok Saribu, berharap dapur MBG segera dioperasikan agar para siswa memperoleh hak yang sama dengan anak-anak di wilayah lain.
“Dapur kami sudah selesai, tapi belum beroperasi. Kami berharap agar MBG segera dijalankan,” katanya.
Editor : Yofi Yuhendri