Batam Bidik Investor UMKM Singapura dan Malaysia, F&B hingga Klinik Jadi Sektor Unggulan

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 10:27 WIB
Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Rully Syah Rizal  F. Sya
Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Rully Syah Rizal F. Jamaludiin / Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai mengarahkan investasi dari Singapura dan Malaysia tidak hanya pada proyek berskala besar, tetapi juga ke sektor usaha kecil dan menengah (SME/UMKM). Bidang yang menjadi sasaran antara lain makanan dan minuman (F&B), klinik, rumah sakit, hingga bisnis ritel yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Rully Syah Rizal, mengatakan langkah tersebut dibahas dalam forum "Capturing Investment Opportunities From Neighboring Countries: Preparing Local Business and Human Capital for the New Wave of Investment in Batam" yang digelar Vision Strategy Society (VIS) di HARRIS Hotel Batam Center, Jumat (31/7).

Menurut Rully, forum tersebut menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan investor dari berbagai negara untuk membuka peluang kerja sama baru.

"Ini sangat positif untuk perkembangan investasi di Batam," kata Rully.

 

Tak Hanya Investor Besar, UMKM Asing Juga Didorong Masuk

Rully menjelaskan, VIS tidak hanya membangun jejaring dengan perusahaan besar, tetapi juga menghimpun pelaku usaha kecil dan menengah dari Singapura dan Malaysia.

Investor dari kedua negara tersebut diarahkan masuk ke sektor-sektor yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, seperti usaha kuliner, layanan kesehatan, hingga perdagangan ritel.

"Terutama sektor-sektor yang kecil dan menengah, tidak terlalu besar, tetapi menambah investasi di Batam," ujarnya.

 

UMKM Batam Berpeluang Tembus Pasar Singapura

Menurut Rully, kerja sama yang dibangun tidak hanya mengundang investasi asing ke Batam, tetapi juga membuka akses bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar ke Singapura.

Dengan pola tersebut, hubungan bisnis yang terjalin bersifat timbal balik sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Selain mengundang investor kategori UMKM dari Singapura, juga memberikan kesempatan bagi UMKM di Batam untuk melakukan ekspor. Jadi saling timbal balik," katanya.

 

Investor Singapura Cari Dapur Produksi di Batam

Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah kebutuhan pelaku usaha makanan dari Singapura terhadap dapur produksi berstandar Singapura di Batam.

Menurut Rully, tingginya biaya properti di Singapura membuat Batam menjadi alternatif yang lebih efisien untuk kegiatan produksi, tanpa mengurangi standar kualitas.

"Mereka sedang mencari dapur di Batam yang memiliki standar Singapura," ujarnya.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman di Batam, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

 

Bisnis Kuliner Mulai Berkembang

Rully mencontohkan model kerja sama tersebut sudah mulai terlihat di Batam, salah satunya melalui bisnis chicken rice yang berkembang pesat.

Menurutnya, meski di Singapura hanya memiliki satu gerai, usaha tersebut kini telah membuka sekitar 10 gerai di Batam dengan tetap menerapkan standar makanan Singapura.

"Di Singapura baru ada satu tenant, tapi di Batam ada 10 tenant. Memang kecil, tetapi sudah mulai berkembang," katanya.

Forum yang digelar VIS juga dihadiri pelaku usaha dari Singapura, Malaysia, Korea Selatan, China, dan Indonesia. BP Batam menilai kolaborasi tersebut dapat menciptakan rantai bisnis baru sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di Batam.

Rully menegaskan, investasi tidak selalu harus hadir dalam bentuk pembangunan industri besar. Kehadiran usaha kecil dan menengah juga memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Komunitas ini sangat memberikan benefit bagi BP Batam untuk menarik investor-investor ke Batam," ujarnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
bp batam singapura malaysia umkm investasi batam