Gakeslab Kepri Minta Pengadaan Alkes Beri Ruang bagi Pengusaha Lokal

Yashinta • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 21:53 WIB
Suasana Musyawarah Provinsi (Musprov) III Gakeslab Indonesia Provinsi Kepri yang digelar di Hotel Santika Batam, Sabtu (1/8).
Suasana Musyawarah Provinsi (Musprov) III Gakeslab Indonesia Provinsi Kepri yang digelar di Hotel Santika Batam, Sabtu (1/8). 

batampos – Gabungan Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong pemerintah memberikan ruang yang lebih besar bagi distributor dan pabrikan alat kesehatan (alkes) lokal dalam proses pengadaan. Sentralisasi pengadaan dinilai dapat menghambat pertumbuhan usaha daerah sekaligus memperlambat distribusi alkes ke berbagai wilayah.

Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) III Gakeslab Indonesia Provinsi Kepri yang digelar di Hotel Santika Batam, Sabtu (1/8). Musprov mengusung tema Kolaborasi untuk Kemajuan dan Inovasi Pelayanan dalam Membangun Masa Depan Distribusi Alat Kesehatan di Kepri. Dalam forum tersebut, Rita Maria Pardede terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Gakeslab Kepri periode 2026–2031, menggantikan Masni.

Baca Juga: Anak Kandung Bawa Kabur Uang DP Rumah Rp67 Juta, Ditangkap Lima Jam Kemudian

Ketua Umum Gakeslab Indonesia, RD Kartono Dwidjosewojo, mengatakan Kepulauan Riau, khususnya Batam, memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan industri alat kesehatan. Menurutnya, Batam telah didukung fasilitas berstandar internasional yang membuka peluang bagi industri alkes untuk memenuhi pasar domestik maupun ekspor.

“Kami berharap Gakeslab Kepri terus menambah anggota. Potensi industri alat kesehatan terus meningkat. Batam sudah memiliki fasilitas internasional sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berpeluang menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Kartono menilai Gakeslab harus menjadi wadah yang memperkuat sinergi antara pabrikan, distributor, rumah sakit, klinik, dan pemerintah dalam mengembangkan industri alat kesehatan.

Baca Juga: Daihatsu Luncurkan Sigra Facelift, Terios Special Edition, dan Gran Max Baru di GIIAS 2026

Distributor Lokal Punya Peran Strategis

Kartono menyoroti kebijakan pengadaan alat kesehatan yang dinilai semakin terpusat. Menurutnya, distributor lokal tetap memiliki peran strategis karena menjadi ujung tombak distribusi hingga ke daerah terpencil.

“Kalau semuanya dipusatkan, distributor di daerah akan sulit berkembang. Siapa yang akan mengirim barang sampai ke daerah-daerah terkecil kalau bukan distributor lokal?” katanya.

Ia berharap pemerintah memberikan porsi yang memadai bagi pelaku usaha daerah, termasuk sekitar 30 persen dalam pengadaan produk yang masih harus didatangkan dari luar negeri.

Fokus Perkuat Organisasi

Ketua Gakeslab Kepri terpilih, Rita Maria Pardede, mengatakan kepengurusan baru akan melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menyusun berbagai program baru yang lebih berdampak bagi anggota.

Salah satu fokusnya adalah memperkuat organisasi dengan merangkul perusahaan anggota yang belum aktif serta mengidentifikasi berbagai kendala yang mereka hadapi.

“Kami akan merangkul anggota yang belum aktif dan mencari tahu kendalanya. Kami ingin seluruh program benar-benar memberikan manfaat karena pada akhirnya kami mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Rita menegaskan, bisnis alat kesehatan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar terhadap kualitas pelayanan kesehatan.

“Produk yang kami distribusikan berkaitan langsung dengan pelayanan dan keselamatan pasien. Karena itu kami ingin memastikan distribusi alat kesehatan berjalan baik,” katanya.

Ia juga berharap perusahaan yang memiliki kantor dan gudang di Kepri mendapat prioritas dalam distribusi alat kesehatan karena dinilai mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Permudah Distribusi Antardaerah

Ketua Gakeslab Kepri periode sebelumnya, Masni, berharap kepengurusan baru dapat membawa organisasi semakin aktif serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh anggota.

Sementara itu, Ketua Panitia Musprov, Rizal, meminta pemerintah mempermudah proses administrasi dan pengiriman alat kesehatan antardaerah di Kepri.

Menurutnya, distribusi menuju Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, maupun daerah lainnya masih kerap terkendala proses administrasi yang cukup panjang.

“Ini menyangkut nyawa manusia. Kalau alat kesehatan terlambat sampai ketika dibutuhkan, tentu akan berdampak pada pelayanan kesehatan. Kami berharap proses distribusi bisa dipermudah,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Yosei Susanti, mengapresiasi peran Gakeslab dalam mendukung ketersediaan dan mutu alat kesehatan di daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi semakin penting seiring berkembangnya rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kepri, khususnya di Batam.

Ia berharap sinergi tersebut mampu memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap alat kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses. (*)

Editor : Jamil Qasim
Gakeslab alkes